Pemkab Barito Utara

Ketua TP-PKK Barito Utara Lepas Peserta Pelatihan Salon Perias Pengantin Digelar Yayasan Argadia

apahabar.com, MUARA TEWEH – Yayasan Argadia yang berdiri sejak 15 Desember 1976 merupakan suatu lembaga pendidikan…

Featured-Image
Ketua TP PKK lepas calon perias pengantin. Foto: Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Yayasan Argadia yang berdiri sejak 15 Desember 1976 merupakan suatu lembaga pendidikan yang bermaksud mengusahakan pendidikan dan keterampilan wanita pada umumnya.

Awalnya yayasan mempunyai cabang di 10 provinsi kemudian menjadi 27 provinsi dan sekarang berkembang menjadi 33 provinsi termasuk di Kabupaten Barito Utara, Kalteng.

Ketua TP-PKK, Hj Sri Hidayati Nadalsyah menerima silahturahmi dari Yayasan Argadia Barito Utara yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati.

Dalam sambutannya, Ketua Agradia dan Katalia Barito Utara, Heny Rosgiarti menyampaikan bahwa mereka akan mengikuti pelatihan Salon Perias Pengantin di Yogyakarta. Heny memohon doa agar anggota tata rias bisa jauh lebih berkembang lagi.

“Mereka tidak hanya berasal dari Barut, tetapi juga dari di Mura dan kabupaten di DAS Barito,” kata Heny.Heny mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Barut, sebagai penasihat, donatur dan Pemkab Barut yang sangat memperhatikan mereka.

Ketua TP-PKK Barito Utara, Sri Hidayati Nadalsyah mengatakan bahwa Yayasan Argadia Barito Utara telah kedua kalinya bersilaturahim.

“Yayasan Argadia mengadakan pelatihan dengan tujuan menyebarkan keterampilan dan mengangkat kebudayaan nasional baik melalui lomba karya, workshop dan pelatihan guna mencerdaskan bangsa serta membantu pemerintah untuk meningkatkan SDM baik informal maupun non-formal,” katanya.

Ketua TP-PKK Barito Utara berharap agar nantinya masyarakat setempat dapat mengembangkan potensinya untuk meningkatkan mutu kebudayaan tradisional seluruh daerah pada umumnya dan busana tradisional Barito Utara pada khususnya.

Selain itu, Ketua TP-PKK mengharapkan agar para perias pengantin yang ada di Barito Utara dapat menambah ilmunya.

“Jangan melupakan adat budaya kita, apabila mau dimodifikasikan budaya modern maupun nasional,” pinta Sri Hidayati Nadalsyah.

“Sehingga bisa berkembang dan mengikuti tuntutan zaman dengan memuaskan kekuatan pelanggan tanpa harus meninggalkan adat istiadat yang ada. Ketua TP PKK meminta kepada Yayasan Argadia bisa membantu tugas pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia,” imbuhnya.

Komentar