News

Kemenkominfo Sebut Industri Game Lokal di Indonesia Mampu Bersaing di Kancah Global

apahabar.com, JAKARTA – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia,…

Featured-Image
Kementerian Komunikasi dan Informatika. Foto: Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi mengatakan bahwa Kemenkominfo akan terus mendukung penguatan ekosistem industri game, serta menciptakan inisiatif yang dapat mendorong pertumbuhan para pelaku industri game lokal.

Dorongan pemerintah dalam penguatan ekosistem pertumbuhan industri game lokal supaya dapat bersaing secara global seperti melalui program Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Sehingga para pelaku industri lokal akan bertemu dengan perusahaan dan pelaku industri global.

"Peserta dapat mengikuti kegiatan rekruitmen talenta game potensial dan bertukar informasi di antara pelaku industri game yang lain," kata Dedy Permadi di Weekly Press Briefing yang disiarkan secara daring, Senin (15/8).

Dedy berharap agar lebih banyak game yang bertema kebangsaan seperti game Merah Putih dan Pancasila yang merupakan game edukasi tentang sejarah kemerdekaan Indonesia serta wawasan dasar negara melalui sila-sila Pancasila.

"Kami kementerian Kominfo sangat mengapresiasi kemunculan developer game lokal bertema nasionalisme seperti game Diponegoro Tower Defense dan Bambu Runcing yang mengangkat tema tentang riwayat sejarah kebangsaan," ucapnya.

Selain mendorong pertumbuhan industri game, developer game perlu memerhatikan aspek regulasi dan keamanan, yang tertuang dalam peraturan Menkominfo nomor 11 tahun 2016 tentang klasifikasi permainan interaktif.

"Peraturan ini menjadi pedoman klasifikasi game dalam kelompok usia tertentu dengan tujuan memastikan keamanan masyarakat dalam menggunakan game. Kami juga mendorong orang tua untuk bisa melindungi anak-anaknya ketika bermain game, dan juga mendorong talenta-talenta game ke depan di Indonesia," terang Dedy. (Resti)

Komentar