News

Kemenkes Catat Dana Kolektif Capai USD 1,3 Miliar Guna Hadapi Pandemi Terbaru

apahabar.com, JAKARTA – Financial Intermediary Fund (FIF) telah mengumpulkan dana secara kolektif capai USD 1,3 miliar….

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Financial Intermediary Fund (FIF) telah mengumpulkan dana secara kolektif capai USD 1,3 miliar. Nantinya, uang tersebut bakal digunakan buat penanganan pandemi dimasa mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nadia Wiweko dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, kamis (18/8).

FIF merupakan dana yang dikumpulkan secara kolektif dan terorganisir oleh banyak negara dan organisasi. Tujuannya adalah untuk pencegahan sampai penanganan kemungkinan terjadinya pandemi di masa yang akan datang.

Nadia menjelaskan bahwa dana yang terkumpul tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan alat kesehatan, diagnostik dan hal lainnya sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan.

"Dalam rangka pencegahan maupun penanganan pandemi kedepannya, hal-hal yang terkait tentang akses pemerataan terhadap alat kesehatan medis baik itu vaksin obat obatan sampai dengan diagnoatik," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, ia juga mengatakan bahwa dana yang dikumpulkan berasal dari banyak negara serta beberapa organisasi.

"Indonesia, Amerika, Uni Eropa (EU) Jerman, Singapura, Inggris dan juga beberapa organisasi lainnya seperti yayasan Bil and Melinda Gate serta Rockefeller, tentunya upaya untuk penggalangan dana ini terus kita lakukan bukan hanya pada negara negara G20 tetapi juga pada organisasi-organisasi yg bisa menjadi mitra potensial pendanaan FIF," jelasnya.

Nadia berharap dalam lima tahun ke depan FIF dapat mencapai dan komitmen sebsar 12,5 miliyar USD.

"Selama 5 tahun kedepan diharapkan bisa kita capai sebesar 12,5 miliyar USD, artinya komitmen ini akan secara bertahap bisa dimanfaatkan dan juga bisa digunakan negara-negara sesuai dengan tujuan pengumpulan dana," tutupnya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, bersama dengan bersama dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, membuat kesepakatan bersama untuk membentuk FIF.

FIF dibuat untuk pendanaan di bidang kesehatan dengan tujuan untuk penanganan pandemi di masa depan. Pendanaan ini sudah mendapat dukungan dari Bank Dunia, World Health Organization, dan beberapa negara lain.

Saat ini, Program pendanaan FIF masih dalam pembahasan terkait tata kelola dan pengaturan operasi dan diperkirakan akan diluncurkan pada akhir tahun ini. (GABID)

Komentar