Dinas TPH Kalsel

Kembangkan Padi Varietas Lokal di Jejangkit Batola

apahabar.com, BANJARMASIN – Lahan rawa tersedia luas di Kalimantan Selatan. Sayang dalam budidaya masih ada. Salah…

Featured-Image
Pengembangan padi varietas lokal di Jejangkit Batola. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Lahan rawa tersedia luas di Kalimantan Selatan. Sayang dalam budidaya masih ada.

Salah satu kendala adalah tinggi muka air yang cukup dalam. Ini tentu menghambat waktu tanam. Begitu juga dengan keasaman air menghambat pertumbuhan tanaman.

Salah satu upaya dalam peningkatan indeks pertanaman dan juga menentukan tepat waktu tanam yaitu dengan penggunaan padi lokal yang sudah adaptif di lahan dan juga berumur pendek. Sehingga diharapkan tepat waktu panennya dan memperoleh hasil yang baik.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (THP) Kalsel membuat kegiatan pengembangan padi varietas lokal Siam Madu seluas 400 hektar di kecamatan Jejangkit, Batola.

Penanaman padi varietas lokal itu tersebar di 3 desa, Desa Sampurna seluas 175, Desa Cahaya Baru seluas 175 ha dan di Kecamatan Jejangkit Muara seluas 50 ha.

Pemberian bantuan kepada petani padi varietas lokal ini didasari petani padi varietas lokal belum pernah mendapatkan bantuan (benih dan saprodi) dari pemerintah baik pemerintah daerah (provinsi/kabupaten) maupun dari pemerintah pusat.

Kegiatan pemberian bantuan kepada petani padi varietas lokal berupa benih, pupuk dan obat-obatan (full paket).

Kegiatan yang sudah dilaksanakan sampai saat ini adalah pemberian bantuan benih padi kepada petani dengan luas lahan pengembangan padi varietas lokal seluas 400 hektar.

Benih yang diberikan adalah benih padi varietas lokal bersertifikasi yaitu varietas Siam Madu, dengan spesifikasi umur panen genjah 115 - 130 hari dari mulai semai sampai hari setelah semai.

Sistem Persemaian

a. Umur persemaian 21 hari langsung tanam (umur panen 115 -120 HSS)

b. Sistem padi lokal (melalui teradak lacak) umur panen kurang lebih 130 HSS– Potensi Produksi ( 3,5 - 5,0 ton/Ha)– Rasa nasi enak dengan tektsur sedang ( tidak pulen dan tidak pera)– Nilai ekonomis tinggi .– Harga Gabah : √ Padi Siam Madu : Rp.6.000/kg√ Padi lainya : 4.300/kg

Terkait dengan varietas lokal yang ditanam, biasanya petani di daerah ini menanam padi varietas lokal seperti Siam Mutiara.

Namun dikarenakan mundurnya masa tanam maka digunakan varietas Siam Madu.

Mundurnya musim tanam akibat anomali iklim yang menyebabkan masih ada hujan pada saat sudah masuk musim kemarau. Akibatnya lahan sawah petani masih tergenang air cukup tinggi.

Varietas Siam Madu dengan umur yang lebih pendek diharapkan dapat menjadi solusi terhadap mundurnya waktu tanam ini. Hasil panen berupa gabah yang diperoleh dari varietas Siam Madu ini diharapkan dapat sama dengan varietas Siam Mutiara yang biasa ditanam petani.

Sehingga diharapkan petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Berdasarkan pemantauan di lapangan,pada saat ini luas tanam sudah mencapai 217 ha, kegiatan penanaman masih belum maksimal dilakukan karena air yang masih cukup tinggi,

Masalah air yang dihadapi oleh petani, dikarenakan oleh beberapa hal berikut :Curah hujan yang tinggi, akibat anomali iklim.

Daerah Jejangkit, merupakan daerah pasang surut sehingga biasanya air pasang pada saat hujan namun akan turun beberapa jam setelah hujan terjadi.

Akan tetapi kondisi saat ini saluran air yang ada tidak dapat menyalurkan/membuang air karena ujung saluran air ditutup oleh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang ada didaerah tersebut. Akibatnya air di lahan petani tidak dapat turun, masih tergenang cukup tinggi sehingga tidak dapat dilakukan penanaman.

Bantuan kepada petani ini diharapkan dapat dikelola/digulirkan oleh petani melalui kelompok tani yang akan dilakukan pembinaan oleh penyuluh setempat. Yaitu dengan cara, petani yang telah mendapat bantuan pada saat panen akan mengembalikan bantuan tersebut dalam bentuk uang kepada kelompok untuk diserahkan kepada anggota kelompok lain yang belum memperoleh bantuan.

Hal tersebut didasarkan atas bahwa petani padi varietas lokal belum pernah mendapatkan bantuan seperti yang telah dilaksanakan pada tahun 2022 sehingga diharapkan bantuan tersebut dapat dirasakan juga oleh anggota kelompok lain yang lain yang belum mendapatkan bantuan ataupun bagi yang semua sudah mendapatkan dapat kontinu atau berlanjut terus tahun berikutnya.

Komentar