Nasional

Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di HST Terancam Gagal Panen

Kekeringan akibat dampak El Nino ini menyebabkan para petani padi di Kabupaten HST terancam gagal panen.

Featured-Image
Sawah di Banua Jingah, Salah satu wilayah di HST yang mengalami Kekeringan akibat dampak El Nino. Foto-istimewa.

apahabar.com, BARABAI - Ratusan hektare sawah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Seorang petani asal Kambat Utara, Nor Hilmah (49) ketika dihubungi apahabar.com menjelaskan bahwa sawahnya mengalami kekeringan. 

"Kalau terus kemarau, banih (padi, red) nih kada (tidak, red) mau maurai (mengurai, red), bisa gagal panen kalau begini," ungkapnya.

Hilmah berharap kekeringan ini akan mendapatkan solusi dan bantuan dari pihak terkait.

"Selama ini kada pernah dapat bantuan, mudahan (semoga, red) nanti diberi bantuan supaya kada terjadi gagal panen," ujarnya pada Minggu (3/9/23).

Menanggapi hal itu, PLT Kepala Dinas Pertanian, Budi Satria Tanjung mengakui memang sudah ada beberapa petani yang melapor terkait kekeringan ini.

"Terdapat 318,3 hektare lahan tanaman padi di delapan kecamatan HST yang mengalami kekeringan," ucapnya.

Delapan Kecamatan tersebut di antaranya, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kecamatan Haruyan, Kecamatan Hantakan, Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), Kecamatan Limpasu, Kecamatan Barabai, Kecamatan Pandawan, dan Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS).

"Dari delapan kecamatan tersebut, Kecamatan Pandawan yang paling banyak melaporkan, ada sekitar 240 hektare sawah dari sembilan desa yang lahan sawahnya mengalami kekeringan," jelas Budi.

Atas laporan tersebut, Budi mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Relawan Balakar terkait pompa air.

"Sebenarnya petani tidak ada mengusulkan permintaan pompa air, kita yang berinisiatif untuk itu, karena kita selama ini kan tempat kita ini kebanjiran bukan kekeringan," jelasnya.

Permintaan pompa air, kata Budi sudah ajukan ke Bapak Bupati, namun prosesnya pasti lama.

"Pompa air masih minim, saat ini baru ada 2 pompa air. Jadi untuk saat ini cara tercepat itu dengan minta bantuan dari Relawan Balakar kecamatan, terutama di wilayah terdampak untuk suplai air ke persawahan," jelasnya.

Editor
Komentar
TrendingLainnya