Hot Borneo

Kalsel Nantikan Vaksin Covid-19 Indovak Buatan Indonesia

Indonesia sukses meluncurkan vaksin Covid-19 produk lokal buatan perusahaan BUMN, bernama Indovak.

Featured-Image
Vaksinasi Covid-19 pada siswi SD di Banjarbaru. Foto- apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU - Indonesia sukses meluncurkan vaksin Covid-19 produk lokal buatan perusahaan BUMN, bernama Indovak.

Namun, belum diketahui kapan Indovak bisa disuntikkan ke masyarakat Kalsel. Pasalnya hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel belum mendapat info.

"Belum dapat info," ujar Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin kepada apahabar.com via seluler, Sabtu (15/10/2022).

Hal sama juga disampaikan Abdul Khaliq, Kasi Surv Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kalsel. "Belum ada informasi dari pusat," katanya.

Seperti diketahui, peluncuruan vaksin Covid-19 Indovak dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (13/10/2022).

Jokowi mengatakan bahwa selama ini tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa Biofarma perusahaan BUMN Indonesia bisa memproduksi 3 miliar dosis vaksin yang telah diekspor ke 153 negara di dunia.

Bahkan, Biofarma masuk ke dalam perusahaan produsen vaksin terbesar kelima di dunia.

Selama ini, Biofarma menjadi perusahaan farmasi andalan dunia yang memproduksi vaksin polio, meningitis, flu, campak, dan yang terakhir yang baru saja diresmikan adalah vaksin Covid-19.

Jokowi menambahkan tahun ini, Biofarma akan memproduksi 20 juta vaksin kemudian tahun depan meningkat dua kali lipat menjadi 40 juta vaksin.

“Vaksin Covid-19 sendiri dengan kapasitas di tahun ini 20 juta, tahun depan bisa 40 juta, dan kalau pasar memerlukan bisa 120 juta dosis vaksin,” bebernya.

Kalsel Kebagian Vaksin Sinovac 

Sementara itu, untuk vaksin Covid-19 jenis Sinovac dan lainnya, Kasi Surv Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kalsel Abdul Khaliq mengatakan, Kalsel baru saja mendapatkan 648 dosis.

Menurutnya ini tergolong sedikit. "Ini tidak memenuhi kebutuhan yang diperlukan di Banua," papar Khaliq.

Semua vaksin yang didapat dari Maluku Utara ini kata dia, sudah dibagikan ke dua kota di Kalsel. Yakni Banjarmasin dan Banjarbaru.

Dirinya menjelaskan, sejatinya permintaan dari kabupaten/kota di Banua cukup banyak. "Permintaan ke pemprov sesuai kebutuhan mereka," katanya.

Adapun permintaan vaksin pemprov ke pusat, yaitu sama lantaran sesuai kebutuhan permintaan dari kabupaten/kota ke pemprov.

"Sama. Sama banyak," imbuhnya.

Relokasi vaksin dari Maluku ini, sebut Khaliq masih belum memenuhi permintaan. "Relokasi vaksin ini juga lantaran kebutuhan kita dalam melaksanakan MTQ Nasional," tandasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sahkan IndoVac, Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia

Editor
Komentar