Hot Borneo

Kalsel Bersiap, Pendaftaran Panwascam Pemilu 2024 Dibuka Sebentar Lagi 

apahabar.com, BANJARMASIN – Masyarakat Kalimantan Selatan diminta bersiap. Perekrutan Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bawaslu untuk Pemilu 2024…

Featured-Image
Foto: Pelantikan 60 Panwascam Kabupaten Banjar Pemilu 2019/Dok.

apahabar.com, BANJARMASIN – Masyarakat Kalimantan Selatan diminta bersiap. Perekrutan Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bawaslu untuk Pemilu 2024 segera dibuka.

Jika tak ada aral, tahapan perekrutan termasuk proses pendaftaran pengawas ad hoc di tingkat kecamatan ini bakal dibuka September nanti.

“Diperkirakan September, kami baru diperkenankan untuk sosialisasi bahwa September akan dimulai,” ujar Kepala Divisi SDM dan Organisasi, Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan, Sabtu (27/8).

Bawaslu Kalsel masih menunggu kapan tanggal tahapan ini dimulai. Sebab jadwal pasti masih dalam proses finalisasi di Bawaslu RI.

“Masih difinalisasi oleh Bawaslu RI. Jadi jadwal masih belum dijalankan karena belum final. Tapi kemungkinan besar September ini,” terangnya.

Lantas berapa kuota keperluan di Kalsel?

Mantan Ketua Bawaslu Kalsel periode 2012-2017 ini memastikan jumlahnya akan menyesuaikan jumlah kecamatan di Banua.

“Setiap kecamatan itu ada tiga Panwascam nantinya,” ucap Setiawan.

Setiawan masih belum bisa merinci jumlah pastinya. Pendataan jumlah kecamatan masih dilakukan seiring adanya pemekaran di sejumlah daerah.

“Karena kalau tidak salah ada pemekaran kecamatan. Kalau tidak salah bertambah satu atau dua dari 2019 lalu,” imbuhnya.

Selain itu, uang kehormatan alias honor atau tenaga adhoc ini juga bakal dinaikan dibanding Pemilu 2019 silam, seiring adanya penambahan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Berkaca pada Pemilu 2019 honor Panwascam di Kalsel sebesar Rp2,5 juta.

“Saya rasa naik tapi tak terlalu signifikan. Dibanding adhoc KPU tidak berbeda jauh dengan mereka,” jelasnya.

Lebih jauh, dari catatan Setiawan ada beberapa Panwascam yang bermasalah saat Pemilu 2019 lalu. Bahkan, satu dari kecamatan di Barito Kuala yang diberhentikan dengan secara tidak hormat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Alhasil orang tersebut masuk dalam daftar hitam. Setiawan memastikan yang bersangkutan tak dapat lagi diterima sebagai penyelenggara pemilu, baik di KPU maupun Bawaslu.

“Panwascam yang pemberhentian dengan tidak hormat ini hanya satu di Batola. Yang lain-lain itu peringatan, rehabilitasi, peringatan keras. Kalau seperti mereka masih bisa,” imbuhnya.

Terakhir, Setiawan tentu berharap tingginya antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai Panwascam nantinya. “Guna mensukseskan Pemilu Serentak 2024,” pungkasnya.

Komentar