Hot Borneo

Kadistan Kalsel Sebut Gagal Panen di Banua Tak Akan Terjadi, Berikut Penjelasannya

apahabar.com, BANJARBARU – Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kalsel, Syamsir Rahman menyebut gagal panen di Banua tidak…

Featured-Image
Ilustrasi – Imbas cuaca, Kalsel terancam gagal panen. Foto: dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kalsel, Syamsir Rahman menyebut gagal panen di Banua tidak akan terjadi.

Menurutnya, cuaca saat ini tidak terlalu ekstrem jika dibanding pada 2021 lalu. “Cuaca kini tidak seperti tahun lalu. Insyaallah aman saja,” katanya, Selasa (6/9).

Lantas bagaimana jika gagal panen benar terjadi, saat ini apa saja yang telah dilakukan?

Dia mengaku sudah mengerahkan Dinas Pertanian di kabupaten/kota yang mempunyai petani dan lokasinya.

“Kita tinggal mengarahkan dan fasilitasi,” ujarnya.

Padahal, cuaca di Kalsel akhir-akhir ini tidak menentu. Akibatnya, petani terancam gagal panen.

Guru Besar Ilmu Pertanian ULM, Abdul Hadi menganalisis ancaman gagal panen tersebut.

Ia membenarkan, jika sebagian besar sawah di Kalsel terancam gagal panen akibat cuaca tidak menentu hingga ekstrem. Utamanya cuaca hujan.

"Curah hujan tinggi pada sawah-sawah yang tidak memiliki saluran pembuangan air dapat menyebabkan akar keracunan gas (CO2)selama periode pertumbuhan padi. Idealnya ada masa ketika tanah melepaskan gas sehingga tidak meracuni akar tanaman padi," ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (6/9).

Sebab, selama periode tergenang bahan organik tanah berubah menjadi gas lemas (CO2). Jika tidak dibuang, gas ini dapat menghambat pernapasan akar.

Karena pada konsentrasi CO2 yang tinggi, akar akan mati. Jika dapat bertahan sampai fase berbuah, maka buah yg dihasilkan akan hampa.

"Sebagian besar sawah di Kalsel mengalami keracunan tahun ini. Namun pada beberapa daerah dengan saluran baik dapat pulih dan berbuah," kata Hadi.

Ke depan, Hadi bilang, perlu usaha untuk mengeluarkan air dari sawah semisal dengan pompanisasi.

Komentar