Banner
Sport

Jelang Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Manajer Kamboja Dapat Teror di Penginapan!

Manajer Timnas Kamboja, Keisuke Honda, mengaku mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan sebelum bertanding melawan Timnas Indonesia

Featured-Image
Keisuke Honda. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN - Manajer Timnas Kamboja, Keisuke Honda, mengaku mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan sebelum bertanding melawan Timnas Indonesia pada lanjutan Grup A Piala AFF 2022.

Seperti diketahui, duel antara Timnas Indonesia vs Kamboja akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jumat (23/12/2022) pukul 16.30 WIB.

Sebelum pertandingan, Keisuke Honda yang kini menjadi manajer Timnas Kamboja mengakui mendapat teror ketika menginap di hotelnya.

Pengakuan lelaki berusia 36 tahun itu diunggah melalui sederet cuitan di akun Twitter-nya, pada Kamis (22/12) dini hari WIB.

Baca Juga: Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 Tanpa Sandy Walsh dan Elkan Baggott

Honda menjelaskan, dia sempat mendapati telepon yang berada di kamarnya berdering pada pukul 04.00 dini hari WIB. Namun, telepon itu sudah mati sebelum sempat dijawabnya.

Dia mengakui, momen seperti ini setidaknya berlangsung dua kali. Menurutnya, hal ini adalah satu di antara bentuk teror sebelum laga melawan Timnas Indonesia.

Setelah terbangun dari tidurnya karena teror itu, dia langsung menuliskan pengalaman ganjil tersebut.

"Dua kali telepon ke kamar hotel tempat saya menginap sekitar pukul 04.00 pagi. Dua panggilan itu ditutup sebelum sempat saya jawab," tulis Honda.

Baca Juga: Berniat Nonton Aksi Timnas Indonesia di Piala AFF 2022? Cek Dulu Harga Tiketnya

"Besok (laga melawan Indonesia) akan menjadi pertandingan penting. Jadi, saya akan memberitahu para pemain mengenai situasi yang terjadi ini," imbuhnya.

Menurut mantan pemain Timnas Jepang itu, bentuk-bentuk teror semacam ini adalah hal yang jamak terjadi menjelang laga-laga krusial.

Oleh karena itu, dia justru berpikir akan bangun pada pukul 04.00 dini hari agar tak mendapati teror serupa yang mengganggu tidurnya.

"Kalau dipikir-pikir, bukankah saya belum pernah mengatakan hal ini sebelumnya? Ini adalah cerita yang biasa terjadi sebelum pertandingan besar," ujarnya.

"Jika besok saya bisa bangun pada pukul 04.00, maka saya pikir saya bisa menyelesaikan masalah seperti ini," tambahnya.

Editor
Komentar
TrendingLainnya