Tak Berkategori

Jalani Isolasi Mandiri, Pria Penghuni Indekos di Poka Balikpapan Ditemukan Tewas

apahabar.com, BALIKPAPAN – Warga sekitar Komplek Perumahan Pondok Karya Agung (Poka) di Balikpapan Selatan, Kaltim, digegerkan…

Featured-Image
Suasana di salah satu indekos kawasan Poka, Balikpapan Selatan lantaran adanya penemuan mayat diduga pasien isolasi mandiri. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Warga sekitar Komplek Perumahan Pondok Karya Agung (Poka) di Balikpapan Selatan, Kaltim, digegerkan adanya penemuan mayat seorang pria.

Pria itu ditemukan tewas tergeletak di dalam kamar mandi salah satu indekos di wilayah tersebut, Senin (21/6) pukul 15.00 Wita.

Kabar tersebut direspon oleh jajaran petugas yang langsung menuju lokasi kejadian.

Namun, saat hendak melakukan pemeriksaan dan evakuasi rupanya petugas mendapat laporan bahwa korban berinisial AA (43) ini diduga sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kata rekan kerjanya yang ada di sini dia itu baru turun dari lokasi. Namun kami belum tahu banget dia ada di sini itu apakah benar dia akan memeriksakan jantungnya karena sudah pasang ring atau ada bentuk isolasi mandiri dalam tanda kutip si C [Covid] tadi itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Payan Simangunsong di lokasi kejadian.

Diketahui korban merupakan warga Batu Kajang yang datang ke Balikpapan diduga keperluan isolasi mandiri.
Sebab korban merupakan karyawan salah satu perusahaan tambang.

Informasi awal yang diterima, korban datang untuk memeriksakan jantungnya, namun belakangan dikabarkan bahwa korban sedang menjalani isolasi mandiri.

“Korban dari Batu Kajang, karyawan batu bara. Dia domisili di Batu Kajang, awalnya untuk periksa jantung tapi ada informasi katanya dia isolasi mandiri makanya kami harus pastikan dulu. Jadi kami masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Kebencanaan dan Kedaruratan BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa pihaknya bersama para relawan sempat ragu untuk melakukan evakuasi lantaran korban memiliki riwayat penyakit atau komorbid. Sehingga petugas harus berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Kota Balikpapan.

“Nah setelah kami berkoordinasi dengan kepolisian, akhirnya kami sepakat memanggil Tim Gugus Tugas Kota Balikpapan karena yang bersangkutan ini bukan warga Balikpapan,” jelasnya.

“Setelah koordinasi kita belum dapat hasil maksimal, tapi tetap kami evakuasi dengan menggunakan protokol kesehatan. Nanti biar kejelasan dari rumah sakit yang menyatakan ini terkonfirmasi Covid-19 atau tidak,” imbuhnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit, bila korban dinyatakan terpapar Covid-19 maka akan dilaksanakan pemakaman dengan protokol kesehatan.

“Kalau memang ini yang bersangkutan terkena Covid-19 maka akan dilaksanakan pemakaman secara protokol, tapi kalau tidak kami akan serahkan kepada keluarga,” pungkasnya.

Komentar