News

Jadi Narasumber di Rakernas IX Lembaga Dakwah PBNU, Kakanwil Kemenag Kalsel Refleksikan Cita-Cita Organisasi

Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Lembaga Dakwah Tahun 2022.

Featured-Image
Kakanwil Kemenag Kalsel, Dr H Muhammad Tambrin. Foto-Kemenag Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN - Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Lembaga Dakwah Tahun 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di UPT Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (25/10) hingga Kamis (27/10).

Dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan atau Kakanwil Kemenag Kalsel, Dr H Muhammad Tambrin berkesempatan untuk menjadi narasumber Rakernas tersebut pada Selasa (25/10).

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Thambrin kembali merefleksikan visi dakwah PBNU.

Menurut Thambrin, sebagai organisasi kemasyarakatan islam terbesar di Indonesia, NU sudah tidak diragukan lagi perannya dalam membangun peradaban kemasyarakatan.

NU, kata dia, dilahirkan dengan mengusung cita-cita peradaban, yaitu mewujudkan tata dunia yang harmonis dan adil berdasarkan akhlaqul karimah dan penghormatan terhadap kesetaraan martabat di antara sesama manusia.

"Strategi menuju cita-cita itu diawali dengan konsolidasi basis, yaitu memberdayakan jama’ah sebagai kekuatan kultural untuk merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para ulama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Visi NU, sambung dia, maju dalam presentasi santun dalam pekerti. Terwujudnya generasi muslim ahlussunnah wal jama’ah, cerdas, berkarakter, mandiri dan berakhlaqul karimah.

Kemudian visi NU, membentuk pribadi muslim ahlussunnah wal jama’ah yang beriman dan bertaqwa. Membentuk generasi yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Membentuk pribadi berkarakter dan berakhlaqul karimah. Mengintensifkan pembelajaran intrakurikuler dan memiliki keunggulan di bidang akademik.

Lalu, menggiatkan pembelajaran ekstrakurikuler dan meningkatkan prestasi nonakademik. Mampu mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan potensi akademik dan nonakademik. Mampu bersaing melanjutkan studi di perguruan tinggi. Mampu berkiprah dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Memiliki bekal kemampuan untuk terjun di dunia kerja.

Lantas untuk menyongsong satu abad NU, Thambrin kembali mengingatkan ada tiga agenda besar organisasi.

Pertama, agenda berskala nasional; berupa semua ikhtiar yang bertujuan membangun kemandirian jam'iyah dan jama'ah.

Kedua, agenda yang berskala global, yaitu keharusan NU mengambil peran yang lebih signifikan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Ketiga, bahwa untuk tercapainya dua agenda besar ini, konsolidasi internal menjadi kebutuhan mutlak dan keharusan yang tak bisa ditawar.

"Untuk memudahkan pencapaian agenda nasional dan global, maka kesiapan personalia sebagai pengampu program kerja dan penyedia instrumen harus jadi prioritas," ungkapnya.

"Ketiga agenda besar itu harus segera di-breakdown menjadi program-program dan kegiatan yang terencana, terarah dan terukur," imbuhnya.

Terakhir dia mengingatkan kembali cita-cita dakwah NU. Yakni menggiatkan dan meningkatkan mutu dakwah Islam ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah.
Menanamkan aqidah dan pemikiran Islam Ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah. Mengembangkan SDM dakwah NU untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan dunia.

Disamping itu membangun solidaritas dakwah islam ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah internasional dan turut mendukung terciptanya perdamaian dunia.

Baca Juga: Sering Dianggap Pasal Karet, PBNU: Perumusan Pasal Penodaan Agama Harus Hati-hati!

Editor
Komentar