News

IPW Ungkap Sambo Bisa Bebas Hingga Dugaan Alasan Putri Tak Ditahan

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan ada kemungkinan untuk Irjen Ferdy Sambo bisa bebas….

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan ada kemungkinan untuk Irjen Ferdy Sambo bisa bebas.

Hal itu akan terjadi apabila berkas kejaksaan untuk dirinya tidak juga kunjung dinyatakan lengkap (P21).

"Masa penahanan Sambo itu 120 hari sejak ia ditahan. Kalau lewat 120 hari belum lengkap, maka Sambo akan bebas," ujar Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (21/9).

Sugeng menjelaskan, meskipun Sambo bisa bebas dari kurungan, namun perkaranya akan tetap berjalan. 120 hari itu dihitung sejak Sambo ditahan pada tanggal 9 Agustus 2022.

"Bebas yang dimaksud di sini adalah lepas demi hukum dari tahanan, tapi perkaranya tetap berjalan," ungkapnya

Saat ini pengembalian berkas perkara tersebut sudah berstatus P19 dua kali, terhitung sejak tanggal 14 September 2022.

Status P19 sendiri berarti menunjukkan proses pengembalian berkas perkara kepada penyidik kejaksaan agung agar berkas itu dilengkapi.

Setelah itu, jaksa punya waktu sebanyak 14 hari untuk meneliti dan memutuskan, apakah berkas tersebut dikembalikan atau tidak.

Meskipun begitu, Sugeng optimistis bahwa berkas ini akan segera dinyatakan lengkap atau P21 sebelum batas waktu 120 hari berakhir.

Pada kesempatan sama, Sugeng juga menjelaskan tentang dugaan mengapa hingga saat ini Putri Candrawathi belum juga ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, isu pelecehan seksual yang kembali coba dimunculkan para tersangka juga dinilai sebagai bentuk perlawanan.

"Mengapa kemudian ibu Putri tidak ditahan? Dan juga mengapa cerita pelecehan masih berjalan? Itu adalah semacam bargaining atau kartu as dari para personel Polri," pungkasnya.

Ia berkeyakinan, jika saja Presiden Jokowi tidak memberi atensi hingga membentuk tim khusus (Timsus) dan memerintahkan untuk mengusut kasus ini hingga empat kali, maka kasus ini tidak akan terungkap.

Sebelumnya, Ferdy Sambo telah dinyatakan sebagai salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Sambo diduga ikut terlibat dan merencanakan skenario baku tembak antar ajudannya yang awalnya disebut karena pelecehan seksual.

Sambo dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, yaitu Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55-56.

Hukuman yang membayanginya adalah hukuman mati, penjara seumur hidup,Selain itu, Sambo juga dikenakan sanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri.

Meskipun sempat mengajukan banding, Sambo tetap dinyatakan bersalah dan dipecat dari Polri.

Komentar