News

Imbas Kasus Sambo, Briptu Firman Dwi Diturunkan Pangkatnya Selama Satu Tahun

apahabar.com, JAKARTA – Sidang yang digelar oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri memvonis Briptu Firman…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Sidang yang digelar oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri memvonis Briptu Firman Dwi Ariyanto berupa demosi. Ia dinilai tidak professional dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Sanksi administratif yaitu sanksi bersifat demosi selama satu tahun," ujar Jubir Divhumas Polri Kombes Ade Yaya Suryana kepada awak media, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/9).

Selanjutnya, Ade mengatakan bahwa KKEP juga menuntut Briptu Firman Dwi untuk dijatuhkan sanksi etik berupa permohonan maaf. Dengan begitu, kesalahan berupa ketidakprofesionalan yang telah dilakukannya termasuk dalam kategori hal yang tercela.

"Dan kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di depan tim KKEP dan secara tertulis kepada pimpinan Polri, dan juga pihak yang dirugikan," ungkapnya.

Diketahui saat melakukan kesalahannya Briptu Firman menjabat sebagai Banum Urtu Roprovos Divpropam Polri. Selanjutnya, ia mengaku menerima sanksi demosi tersebut dan tidak mengajukan upaya banding.

"Atas putusan tersebut pelanggar tidak menyatakan untuk banding," pungkasnya.

Adapun para saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut sebanyak empat orang. Keempat personel Polri tersebut ialah Kompol SMD, Ipda DDC, Brigadir FF, dan Bharada S.

Dalam pusaran penembakan dan pembunuhan berencana ini, ada beberapa personel Polri yang telah dijatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Di antaranya adalah Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan juga Kombes Agus Nurpatria.

Keempat orang itu mengaku akan mengupayakan langkah banding atas putusan PTDH tersebut. Mereka dituding melakukan perbuatan menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice.

Selain itu, ada personel Polri yang berasal dari Polda Metro Jaya, yaitu AKBP Jerry Raymond Siagian yang juga terkena PTDH karena tidak profesional dalam menangani perkara Brigadir J ini. AKBP Jerry juga menyatakan akan banding atas sanksinya tersebut.

Sebelumnya, Polri juga mengonfirmasi telah dibentuknya Komisi Banding untuk perkara Irjen Ferdy Sambo yang mengajukan upaya banding. Sidang banding tersebut akan digelar pada pekan depan.

Selain itu, sidang kode etik untuk tiga personel yang terkait dengan obstruction of justice juga akan digelar pada pekan depan. Diketahui ada tiga dari tujuh nama yang belum menjalani sidang etik dengan perkara menghalang-halangi penyidikan kasus Brigadir J.

Ketiga orang tersebut adalah Brigjen Hendra Kurniawan, AKBP Arif Rahman, dan AKP Irfan Widyanto. Tim khusus bentukan Kapolri dan KKEP menyatakan mereka akan menjalani sidang kode etik pada pekan depan. (Regent)

Komentar