Hot Borneo

Harga Karet Lump Terus Turun, Begini Upaya Disbunnak Tabalong

apahabar.com, TANJUNG – Turunnya harga karet lump di Tabalong mendapat perhatian dari Dinas Perkebunan dan Peternakan…

Featured-Image
Turunnya harga karet membuat pengepul segera mengirim stoknya untuk dijual menghindari kerugian. Foto-apahabar.com/Muhammad Al-Amin

apahabar.com, TANJUNG – Turunnya harga karet lump di Tabalong mendapat perhatian dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kembali harga karet tersebut.

Kepala Bidang Sarana pada Disbunnak Tabalong, Suhadi, mengatakan salah satu upaya meningkatkan harga karet dengan terus menyosialisasikan bahan olahan karet (bokar) bersih.

“Dengan demikian agar kualitas karet lebih baik, sehingga harganya juga meningkat,” katanya, Jumat (2/9).

Disbunnak Tabalong juga telah mengundang pabrikan karet cabang Kalimantan Barat.

“Diundangnya pabrikan karet tersebut untuk mendekatkan mereka dengan petani karet yang tergabung di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama (UPPB),” pungkas Suhadi.

Sebelumnya petani karet di Tabalong mulai resah dengan terus anjloknya harga karet.

Sempat enam bulan bertahan di kisaran harga Rp 10 sampai Rp 11 ribu, kini harganya di tingkat pengepul Rp 8 ribu per kilogram.

Dengan kondisi penurunan tersebut membuat petani karet mulai resah. Terlebih situasi ini berbarengan dengan penurunan produksi karet di kebun.

Di sisi lain, cuaca yang sering hujan dalam beberapa pekan terakhir, ikut membuat petani semakin jarang menyadap karet mereka.

Komentar