Hot Borneo

Habar Populer: Suami ‘Ratu’ Arisan Banjarmasin, Aplikasi Hacker Amuntai, hingga Main Serong Polisi Tala

apahabar.com, BANJARMASIN – Skandal arisan bodong Rizki Amelia (25) bikin riuh Banjarmasin. Bukan saja karena dia…

Featured-Image
Penahanan dua anggota polisi di Kalsel menjadi berita terpopuler kemarin. Foto ilustrasi: JPNN.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Skandal arisan bodong Rizki Amelia (25) bikin riuh Banjarmasin. Bukan saja karena dia bhayangkari, melainkan jumlah korban yang kini menembus 331 orang. Total kerugian mencapai Rp8,8 miliar.

Sesuai prediksi, aksi tipu-tipu yang dilakukan Ame -sapaan Rizki- akhirnya menyeret sang suami, Briptu MS.

Kemarin, Polda Kalsel resmi menahan anggota Polresta Banjarmasin berlatar intel tersebut. Penahanan guna memudahkan pemeriksaan.

Briptu MS terancam dua sanksi sekaligus. Pertama, pelanggaran etik kepolisian. Kelalaian akan bisnis ilegal sang istri dinilai bukan cerminan etika seorang bhayangkara.

Sanksi kedua tentu saja pidana. Dugaan penipuan sekaligus penggelapan, serupa dengan yang menjerat sang istri -yang lebih dulu mendekam di balik jeruji.

Bukan tak mungkin, sejoli ini mendekam lama dipenjara. Selain Pasal 372 dan 378, masih ada tambahan sanksi yang menanti keduanya. Yaitu, dugaan pencucian uang.

img

Infografis: apahabar.com/Dhea

Indikasinya terlihat. Tim gabungan getol mengamankan aset-aset milik Ame. Setelah rumah senilai Rp500 juta, teranyar beberapa rumah makan masuk dalam radar kepolisian.

Serupa dengan barang-barang bermerek, dan elektronik termasuk rumah baru itu, bisnis resto Ame ini diduga berasal dari hasil tipu tipu arisan fiktif.

Selanjutnya, dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam beraksi, Ame memanfaatkan sosial media Instagram. Modusnya, arisan slot berganda. Semisal Rp13 juta, peserta arisan dimintai Rp10 juta.

Seperti cerita salah satu korbannya, sebut saja R. Mulanya, ia membeli arisan senilai Rp8 juta. Kurun 2 bulan, uangnya kembali Rp12 juta. Tergiur, ia kembali membeli dua slot. Nilainya lebih besar; Rp20 juta.

Naas, belum sempat menikmati keuntungan kedua R mulai sulit menghubungi Ame. Singkat cerita, satu per satu korban Ame bermunculan di medsos dengan cerita yang serupa R. Tak terkecuali seorang rekan kuliahnya yang seakan tak percaya bahwa ia telah ditipu Ame.

Sederet sanksi kini menanti Ame dan suami. Belum termasuk urusan ganti rugi korban, andai mereka yang berjumlah ratusan itu menggugat Ame secara perdata.

Menarik dinanti, apa lagi aset-aset milik Ame yang bakal disita kepolisian. Dan bagaimana nasib Briptu MS, atau para korban yang masih berharap uangnya dapat kembali. Atau, akankah penyidik mengenakan pasal berlapis untuk menjerat Ame, maupun Briptu MS?

Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Pol Djaka Suprihanta, kemarin, berkata pihaknya hanya akan fokus pada sanksi internal saja.

“Kalau di Propam kami fokus sanksi internal jika terbukti bersalah sembari menunggu hasil penyidikan Reskrim,” kata Djaka, Jumat (26/2).

Kendati begitu, Direktur Reskrimum Kombes Pol Hendri Budiman menggaransi penyelidikan masih akan terus bergulir.

“Masih dalam proses. Mudah-mudahan segera ada keterlibatannya (Briptu MS),” ujarnya ketika ditanya mengenai penetapan tersangka MS.

Selain berita kontroversi arisan bodong oknum bhayangkari yang belakangan ikut menyeret suaminya ke tahanan, sejumlah peristiwa yang terjadi kemarin juga ikut membetot perhatian publik. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Aplikasi Hacker Amuntai Laris Manis

Fantastis! Harga Mobil Hacker Amuntai Nyaris Rp1 M, Berikut Spesifikasinya

Aplikasi peretas yang dibuat RNS (22) dijual dengan harga terjangkau. Dan tenyata laris manis hingga ke luar negeri.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Andri Irawan mengatakan aplikasi peretas RNS dijual dengan harga rata-rata. Hanya 70 dolar atau setara hampir Rp1 juta.

"Dijualnya ke orang-orang di luar negeri, ada sekitar 400 pembeli," kata Kajari Banjarbaru, Andi Irawan kepada apahabar.com.

Pembeli terbanyak berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Cina dan India. Sisanya menyebar merata di sejumlah negara lain.

Andri menjelaskan program yang diciptakan RNS ditujukan untuk aktivitas phising.

Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan suatu teknik. Yang jadi sasaran adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit dan rekening).

Asusila Guru-Murid di Sekolah Banjarmasin Terekam CCTV, Cek Faktanya

Nantinya, para pembeli yang melakukan phising tersebut. Rata-rata korban dari aplikasi RNS berasal dari luar tanah air.

"Tapi ada kemungkinan juga [orang] dalam negeri karena namanya data kartu kredit ini kan bisa di mana-mana," tambahnya.

Andri menyebut bahwa kasus ini tergolong extra ordinary crime karena tergolong baru. RNS bahkan sudah diprofilkan oleh FBI atau Federal Bureau of Investigation -badan investigasi tersohor Amerika Serikat.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah menyerahkan RNS beserta barang bukti ke kejaksaan Banjarbaru. .

"Jadi dia ini orang Amuntai, tapi memang berdomisili di Banjarbaru dan di sini lah dia membuat program kemudian dijualnya ke luar negeri," jelas Andri.

2. Main Serong Oknum Polisi Tala

Duh! Oknum Polisi Tanah Laut Keciduk bareng Bini Orang di Kamar Hotel Banjarmasin

Polda Kalsel tengah dirundung masalah. Belum kelar Briptu MS, seorang anggota polisi di Tanah Laut berinisial APP harus berhadapan dengan Tim Propam. Brigadir satu ini kepergok bersama istri orang lain di sebuah kamar hotel di Banjarmasin.

Kasusnya terungkap setelah suami wanita tersebut melaporkan ulah Brigpol APP ke Bidang Propam Polda Kalsel, kemarin (26/2).

Skandal perselingkuhan bermula ketika di siang bolong MFH memergoki istrinya bersama Brigpol APP memasuki sebuah hotel di Banjarmasin, Selasa 22 Februari lalu.

"Saat itu saya mengikuti mobil yang ditumpangi mereka berdua saat menuju hotel kejadian sekitar pukul 11 siang," ujar MFH.

Di lobi hotel, MFH bahkan sempat mengabadikan kejadian itu melalui kamera ponsel. Setelah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, MFH melapor ke Bidang Propam Polda Kalsel.

Arisan Tipu-Tipu Istri Polisi di Banjarmasin, Nasib Briptu MS di Ujung Tanduk

30 menit berselang, petugas Propam tiba. Di situlah IOR -istri MFH- dan Brigpol APP dipergoki berduaan di kamar nomor 406.

"Saya juga sempat telepon kakak saya. Tapi waktu penggerebekan saya diminta tinggal di bawah," beber MFH.

MFH tentu merasa sakit hati. Terlebih IOR masih berstatus istri sahnya.

"Saya ingin yang bersangkutan mendapatkan hukum yang setimpal. Kalau perlu dipecat. Karena ini menyangkut harga diri saya dan keluarga," harap MFH.

Hingga saat ini proses pemeriksaan kasus dugaan perselingkuhan Brigpol APP masih terus berjalan.

"Yang bersangkutan juga sudah ditahan. Jika memang terbukti bersalah, kami tak segan memberi sanksi sesuai dengan bukti-bukti kesalahannya nanti," ujar Kombes Pol Djaka.

Dengan rentetan kasus tadi, berarti sudah tujuh polisi yang kini berhadapan dengan tim Propam Polda Kalsel. Sebelum Briptu MS dan Brigpol AAP, ada lima personel dari Polres Banjar terlibat dalam penggerebekan maut yang menewaskan terduga pengedar sabu, Sarijan (6o) di Pamangkih Baru. Namun pasca-penahanan, kasus kelimanya belum terdengar lagi tindak lanjutnya.

5 Polisi Penggerebek Kakek Sarijan Ditarik ke Polda Kalsel!

Komentar