News

Gencar Konversi Lahan Persawahan Melalui Pembangunan Infrastruktur, INDEF: Masih Belum Tepat Sasaran!

apahabar.com, JAKARTA – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti konversi lahan persawahan untuk…

Featured-Image
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadumuljono (ketiga kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (kedua kanan) meninjau Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti konversi lahan persawahan untuk proyek seperti bendungan, embung, dan saluran irigasi masih belum sepenuhnya tepat sasaran.

Peneliti Center of Food, Energy, and Sustainable Development INDEF, Rusli Abdullah mengungkapkan di sejumlah daerah masih ditemui pembangunan bendungan baru, dengan mengonversi lahan-lahan yang memiliki irigasi teknis.

"Kalau itu terjadi lama-lama tidak seimbang. Pembangunan infrastruktur yang ada akan sia-sia," ungkap Rusli Abdullah kepada apabahar.com, Selasa (16/8).

Rusli Abdullah mengatakan dalam Undang-undang Cipta Kerja juga dijelaskan bahwa meskipun terjadi konversi lahan, namun tidak diperbolehkan merusak jaringan irigasi. Kendati demikian, ia juga meragukan kenyataan di lapangan.

"Ada pembangunan bendungan embung itu bagus. Tapi di sisi lain konversi sawah ke non-sawah ini adalah di irigasi teknis, yang terjadi di bendungan di sekitar Kedung Ombo," ujarnya.

Lebih lanjut, Rusli menambahkan jika ada konversi lahan pertanian ke non pertanian dilakukan di irigasi teknis dibarengi dengan pembukaan lahan baru, maka dalam waktu lima tahun ke depan, ia meragukan di lahan persawahan yang baru dapat menghasilkan panen dua sampai tiga kali per tahun.

"Sebagai salah satu upaya penebusan dosa, karena tidak berhasil menekan konversi lahan, sehingga dibangunlah embung. Di sisi lain bisa menekan laju konversi lahan pertanian yang ada di irigsi teknis. Makanya dibangunlah embung dan bangunlah bendungan baru," pungkasnya. (Resti)

Tags
News
Komentar