Kalsel

Geger Pria Bersajam Ngamuk di Pasar Kalindo, Lukai Pedagang dan Warga

apahabar.com, BANJARMASIN – Seorang pria tiba-tiba mengamuk di tengah keramaian Pasar Kalindo, Jalan Belitung Darat, Banjarmasin…

Featured-Image
Seorang pria tiba-tiba mengamuk di tengah keramaian Pasar Kalindo dan melukai sejumlah warga dan pengunjung pasar, Rabu (22/7) pagi. Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

apahabar.com, BANJARMASIN – Seorang pria tiba-tiba mengamuk di tengah keramaian Pasar Kalindo, Jalan Belitung Darat, Banjarmasin Barat, Rabu (22/7) pagi.

Dengan menghunus sebilah belati, pria yang diduga dalam pengaruh lem Fox itu mengacung-acungkan senjatanya ke semua warga yang dijumpainya.

Informasi yang dihimpun apahabar.com, awalnya pelaku membagikan kertas bertuliskan ayat suci Alquran untuk meminta sumbangan kepada pengunjung pasar.

Entah kenapa, dalam sekejab pelaku mengamuk dan menghunus pisau belati yang digenggamnya. Sejumlah warga dan pedagang di Pasar Kalindo beruntung bisa melumpuhkannya.

Meski bisa melumpuhkan pelaku, namun sabetan belatinya sempat melukai dua warga, Anto dan Hayat.

“Tadi dia mengamuk di pasar, dia mengeluarkan pisau mengayun-ayunkan ke arah warga. Saya yang berusaha mengamankan malah ditusuknya di paha dan lengan sebelah kanan,” kata korban penusukan, Yanto (25) kepada apahabar.com di lokasi.

Setelah berhasil melukai dua orang, pelaku berusaha kabur. Di tengah keramaian pasar tersebut sejumlah pedagang dan warga berusaha menangkap pelaku.

“Sabetannya keras sekali. Pisaunya juga bermata dua. Jadi pelaku bisa memutar-mutar mata pisau dengan mudah,” aku Yanto.

Yanto menambahkan orang tersebut berhasil dilumpuhkan di sekitar trotoar jalan. Karena mengalami beberapa luka pelaku langsung dibawa ke RS Suaka Insan.

Sementara ini, aparat kepolisian setempat masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi pelaku.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Reskrim, Iptu Yadi Yatullah membenarkan kejadian penusukan tersebut.

“Masih kita lakukan pendalaman,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah

Komentar