Hot Borneo

Gara-Gara Antrean Gas Elpiji, Perkelahian Berdarah Terjadi di Tabalong

Perkelahian berdarah terjadi di Tabalong saat sejumlah warga sedang antre membeli gas elpiji 3 kilogram, Senin (28/11).

Featured-Image
Polsek Murung Pudak bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong melakukan olah TKP di lokasi terjadinya perkelahian. Foto - Humas Polres.

apahabar.com, TANJUNG - Perkelahian berdarah terjadi di Tabalong saat sejumlah warga sedang antre membeli gas elpiji 3 kilogram, Senin (28/11). Sejumlah orang luka-luka dalam insiden tersebut. 

Perkelahian itu terjadi di Desa Pemasiran, Kelurahan Belimbing, Murung Pudak, Tabalong. Lima pria yang terlibat yakni  WI (45), MH (38), AK (28), AL (35) dan SN (40).

Kapolres Tabalong melalui PS Kasubsi Penmas Sihumas, Aipda Irawan Yudha Pratama, menerangkan perkelahian terjadi saat wanita berinisial MS akan mengantre di pangkalan gas Haji Udin. Lokasinya di simpang empat Pasar Lama, Kelurahan Belimbing, Murung Pudak.

"Namun saat itu (MS) dilarang oleh WI tanpa alasan yang jelas," ucapnya, Senin malam.

Baca Juga: Uang Terendam Banjir di Martapura, Pihak Keluarga: Semoga Bisa Ditukar di Bank

MH yang melihat MS tak jadi mengantre lalu bertanya. MS lalu menjawab jika dia tidak jadi mengantre karena dilarang oleh pelaku, WI. 

Selanjutnya, MH menghampiri WI yang kebetulan lewat dengan maksud untuk menanyakan kenapa MS dilarang mengantre. Bukan jawaban yang didapat, MH malah diserang secara brutal menggunakan senjata tajam.

"WI malah menyerang MH menggunakan pisau belati yang dibawanya," jelas Yudha.

Baca Juga: Baru Sebulan Bebas, Pria di Balikpapan Nekat Curi Motor Lagi

Sementara itu, AK yang duduk di warung di depan Puskesmas Murung Pudak ikut melihat kejadian tersebut. Dia menyaksikan MH sudah ditusuk di bagian leher. 

Melihat kejadian itu, AK berupaya melerai. Tapi dia juga terkena tusukan belati hingga mengalami luka robek di pipi bawah, telinga kanan, dan luka sayat di leher sebelah kiri 

"Saat itu AK sempat memberikan balasan dengan memukul WI menggunakan kayu yang berada di dekatnya," beber Yudha.

Lalu, AL juga datang untuk ikut melerai. Tapi dia juga diserang dan terkena tusukan di bagian lengan kanan.

"SN yang juga datang untuk melerai juga terkena tusukan belati oleh pelaku di bagian dagu," ungkap Yudha.

Baca Juga: Tak Percaya Polisi, Farah Diba Sangsi Bripda DZM Sudah Ditahan

Mendapat informasi adanya perkelahian, anggota Polsek Murung Pudak bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong mendatangi tempat kejadian perkelahian tersebut.

Di lokasi petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi para korban untuk mendapat perawatan.

Akibat kejadian tersebut, korban AK, AL dan SN harus dirawat di Puskesmas Murung Pudak. 

"Sementara korban MH dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin. Sedangkan pelaku WI dirawat di RSUD H Badaruddin Kasim di Maburai," tandasnya.


 

Editor
Komentar