survei smrc

Elektabilitas Jokowi Awet di Tiga Besar, Ungguli Prabowo dan Anies

Survei nasional yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) menempatkan nama Presiden Joko Widodo masuk dalam lima besar.

Featured-Image
Presiden Joko Widodo. (Foto: Setkab)

apahabar.com, JAKARTA – Survei nasional yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) menempatkan nama Presiden Joko Widodo masuk dalam lima besar dengan elektabilitas tertinggi bila pilpres diadakan saat survei dilakukan.

“Sekarang belum ada calon definitif yang resmi sebagai calon presiden karena pendaftaran di KPU dilakukan tahun depan, karena itu sangat terbuka bagi siapapun menjadi capres,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam rilis hasil survei Tren Dukungan Bakal Calon Capres Pasca Deklarasi yang disiarkan secara daring, Minggu (27/11).

Baca Juga: Pesan Berantai ‘Jokowi Gagal Membuka Acara’ Muncul di Munas KAHMI, Ada Keterlibatan BINDA?

Dalam survei tersebut, SMRC mencoba mendeteksi kekuatan dukungan kepada capres melalui simulasi terbuka. Responden dalam survei tersebut diminta menyebutkan nama tokoh yang dapat dipilih secara bebas dan spontan.

SMRC memunculkan sebuah pertanyaan: Pemilihan Presiden mendatang masih sekitar 1,5 tahun lagi. Tapi bila pemilihan presiden diadakan sekarang ini. Siapa yang akan Bapak/Ibu pilih sebagai Presiden?

Hasilnya, Jokowi masuk ke dalam tiga besar dalam elektabilitas responden dengan nilai sebesar 13,9 persen. Tren elektabilitas Jokowi periode November tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada Oktober 2022 sebesar 15,2 persen.

Elektabilitas Jokowi sempat melesat hingga 27,6 persen pada periode Mei 2021. Perolehan elektabilitas tersebut jauh mengungguli posisi kedua yang ditempati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 13,1 persen pada periode yang sama.

“Nama Jokowi semakin berkurang dukungan spontannya. Ini wajar karena isu tiga periode sudah hilang sehingga dukungan pada Jokowi mengalami penurunan,” ungkapnya.

Baca Juga: Relawan Soal Kode Jokowi Pemimpin Berambut Putih: Saya Tidak Ge-er Itu Buat Ganjar

Pada periode riset terbaru November 2022, Jokowi hanya kalah dengan koleganya di PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 16,6 persen.

Uniknya, posisi Jokowi di peringkat kedua mengungguli dua nama lainnya yang selama ini sering muncul dalam tiga besar elektabilitas capres 2024. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki persentase sebesar 13,4 persen dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi keempat dengan persentase sebesar 12,1 persen.

“Disusul Ridwan Kamil 2,8 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 1,5 persen,” paparnya.

Adapun figur lain dengan elektabilitas sebesar 0,7 persen seperti Sandiaga Uno, Puan Maharani, Basuki Tjahaja Purnama. Disusul Muhaimin Iskandar dan Hary Tanoesoedibjo dengan elektabilitas sebesar 0,5 persen.

Lalu Tri Rismaharini sebesar 0,4 persen. Dilanjutkan Airlangga Hartarto dan Surya Palog dengan elektabilitas sebesar 0,3 persen.

Baca Juga: Sering Endorse Capres, Sikap Jokowi Dinilai Tidak Pantas

Sederet nama lainnya dengan elektabilitas sebesar 0,2 persen di antaranya Budiman Sudjatmiko, Andhika Perkasa, Muhammad Quraish Shihab, Dedi Mulyadi, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sedangkan figur lain dengan elektabilitas sebesar 0,1 persen adalah Habib Rizieq Shihab, Khofifah Indar Parawansa, Deddy Mulyana, Bambang Soesatyo, Emil Dardak, Megawati Soekarnoputri, Gus Sunoto, Gibran Rakabuming Raka, Erick Thohir.

Dua nama terakhir dengan elektabilitas 0,0 persen di antaranya Ginanjar dan Ma’ruf Amin.

“Tapi ada jumlah besar responden yang tidak memberikan jawaban spontan yakni sebesar 33,4 persen,” pungkasnya.

Survei SMRC dilakukan pada 5-13 November 2022 dengan melibatkan sebanyak 1012 responden yang diwawancara secara tatap muka dan dipilih secara acak. Adapun dalam margin of error survi ini sebesar 3,1 persen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

 

Editor
Komentar