Hot Borneo

Duh, Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur di Kalteng Terus Bertambah

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalteng meningkat….

Featured-Image
Pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur Palangka Raya, Kalteng. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalteng meningkat.

Mengintip data Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, sebagian besar pelakunya orang terdekat korban.

Rentang Januari hingga Agustus 2022, Subdi IV Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng mencatat 99 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Antara lain terdiri dari perkara persetubuhan, pencabulan, dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

"Untuk rinciannya ada 66 kasus persetubuhan, 21 kasus pencabulan, dan 12 kasus penganiayaan. Pengaduan terbanyak ada di Kabupaten Kotim dan Gumas," ujar Kombes Pol Faisal F Napitupulu, Kamis (1/9)

Total 99 kasus kini sudah diproses baik ditingkat Polda Kalteng maupun ditingkat Polres Jajaran.

Angka itu naik siginifikan dibandingkan tahun 2020. Ditreskrimum Polda Kalteng mencatat ada 38 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Dan tahun 2021, ada 85 kasus ditambah dengan kekerasan fisik ada 22 kasus.

Data ini juga diperkuat berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalteng.

Angka kekerasan pada perempuan dan anak tertinggi pada saat situasi pandemi Covid-19. Baik kasus kekerasan secara fisik, psikis, maupun seksual.

Sebagai catatan, pada Januari hingga Februari 2022 lalu, terdapat 15 kasus dan 17 korban kekerasan yang rata-rata usia korban 10-17 tahun.

Untuk di Kota Palangka Raya sendiri, hingga saat ini sudah ada menerima 11 kasus kekerasan anak di bawah umur.

“Hingga akhir Agustus, Jumlahnya sama dengan tahun 2021 lalu, untuk penanganannya kami tetap memberikan pendampingan, dan untuk pelaku sudah di tangani oleh kepolisian,” Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan dan Anak (DPPKBP3A) Palangka Raya, Ellya Ulfah.

Ia juga berpesan agar para orangtua agar selalu berhati-hati dalam mengawasi anak perempuannya agar jangan sampai jadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Komentar