Hot Borneo

Dua Konser Musik Picu Kenaikan Kasus Covid-19 Kalsel?

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali naik. Dibukanya aktivitas masyarakat, termasuk hiburan…

Featured-Image
Konser 30 Tahun Berkarya Dewa 19 di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Randy

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali naik. Dibukanya aktivitas masyarakat, termasuk hiburan konser musik ditengarai salah satu pemicunya.

Seperti diketahui baru-baru ini untuk kali pertama di Kalsel, dua konser musik dengan menghadirkan band-band papan atas tanah air digelar.

Pada 31 Juli lalu, digelar konser Dewa 19 feat Ello dan Virzha dalam rangka merayakan 30 tahun mereka berkarir. Konser digelar di tempat tertutup, Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Total hampir 2.000 penonton yang hadir.

Selanjutnya 5-7 Agustus disusul Liburland Festival Banjarbaru yang menghadirkan sejumlah artis seperti Raisya, Isyana Saravati, Noah dan lainnya. Digelar di ruang terbuka, Amanah Borneo Park, Jalan Palm Banjarbaru.

Ribuan penonton memadati acara yang berlangsung tiga hari tersebut, dengan target pengunjung 10 ribu orang.

Kedua konser musik kali pertama di gelar selama pandemi Covid-19 ini diduga turut menyumbang penularan kasus Covid-19 bertambah. Kendati begitu, belum dapat dibuktikan dengan penelusuran yang harus dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalsel.

Namun yang pasti, saat ini kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin terdapat kenaikan kasus Covid-19 di Banua. Paling banyak berasal dari Banjarmasin.

Per Minggu (7/8) kemarin, tercatat sebaran kasus aktif sebanyak 742 orang di Banjarmasin. Disusul Kabupaten Banjar 313 kasus aktif, dan Kota Banjarbaru 98 kasus.

Selanjutnya Kabupaten Barito Kuala 40 kasus, Tanah Laut 41 kasus, Hulu Sungai Tengah 30 kasus, dan Tabalong 21 kasus.

Kemudian Hulu Sungai Utara 20 kasus, Tapin dan Tanah Bumbu 13 kasus. Lalu, Hulu Sungai Selatan dan Balangan 4 kasus, serta terkahir Tabalong 3 kasus.

Menurut Diauddin semua yang sifatnya mengumpulkan massa yang banyak berpengaruh terhadap penambahan kasus Covid-19 Kalsel.

Seperti lanjut Diauddin hajatan kawinan, selamatan dan lain-lain. “Tapi sisi positifnya, perekonomian masyarakat berjalan,” ujar mantan Kepala Dinkes Kabupaten Banjar ini kepada apahabar.com, Senin (8/8).

Lebih jauh salah satu putra ulama Banjar almarhum KH Baderuddin ini mengungkapkan, kenaikan kasus Covid-19 kemungkinan lebih disebabkan adanya varian baru Ba4 dan Ba5 yang sifatnya lebih mudah menular.

“Namun secara gejala, gejalanya ringan saja. Malah lebih ringan dari Omicron sebelumnya,” katanya.

Kendati begitu, ia meminta masyarakat, khususnya di Kota Banjarmasin, untuk terus waspada dan ketat disiplin protokol kesehatan, karena kenaikan kasus Covid-19.

Di sisi lain, upaya pemerintah menekan penularan Covid-19 dengan menetapkanstatus 13 kabupaten/kota Kalsel dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

Di sisi lain, pelaksanaan vaksinasi, khususnya dosis ketiga atau booster terus digencarkan, hingga kekebalan kelompok terus meluas.

Sebab, capaian vaksinasi booster Covid-19 di Kalsel masih di bawah 25 persen dari target sekitar 3 juta orang.

Menurut diapasien Covid-19 dengan banyaknya warga yang mengikuti vaksinasi, untuk capaian dosis pertama sekitar 95,98 persen, capaian vaksinasi dosis lengkap atau dosis kedua sudah 76,38 persen, hingga mengalami gejala ringan.

Meski demikian, ada juga beberapa yang harus dirawat di rumah sakit, namun hanya sekitar 10 persennya dari total yang terinfeksi.

Oleh karena itu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel kembali diaktifkan.

“Saat ini sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 kembali diaktifkan,” tandasnya.

Komentar