DPRD Kalsel

DPRD Kalsel Restui Penyertaan Modal Bank Kalsel Tahun 2022

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD akhirnya merestui penyertaan modal Bank Kalsel tahun 2022. Penyertaan ini sempat berkali-kali…

Featured-Image
DPRD merestui penyertaan modal Bank Kalsel tahun 2022. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD akhirnya merestui penyertaan modal Bank Kalsel tahun 2022. Penyertaan ini sempat berkali-kali tertunda lantaran payung hukumnya belum dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).

Ada dua Raperda yang disahkan, pertama penyertaan modal Pemprov untuk Bank Kalsel dan Perubahan bentuk badan hukum Bank Kalsel menjadi Perusahaan Perseroan Daerah.

Penyertaan modal ini menjadi rangkaian awal Pemprov Kalsel untuk memiliki 30 persen saham Bank Kalsel hingga 2024. Tercatat per 31 Desember 2021, Pemprov sudah menitipkan sahamnya sebesar 26,46 persen atau sebanding dengan Rp 355 miliar lebih.

Selain memenuhi syarat pemegang saham mayoritas, penyertaan yang sama juga untuk memenuhi aturan modal inti minimum (MIM) Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur bank konvensional memiliki modal inti Rp 3 Triliun.

“Melalui Raperda ini diharapkan sebagai upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing bagi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, yang mampu menghadapi tantangan dan tuntutan inovasi produk serta layanan berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global, sehingga pada akhirnya dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Gubernur Kalimantan Selatan, Sabirin Noor di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (14 /9).

Gubernur mengatakan, pada prinsipnya DPRD Provinsi Kalsel telah menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dimaksud untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya mengatakan keseluruhan penyertaan modal yang dilakukan sebesar Rp291.153.950.000 yang meliputi dana tunai maupun tanah dan bangunan.

“Penyertaan modal terbagi dalam 2 bentuk. Yang pertama, bentuk dana tunai sebesar Rp155.886.750.000 yang realisasi dibagi dalam 3 tahun APBD dari tahun 2022 – 2024. Yang kedua, dalam bentuk tanah dan bangunan, total senilai Rp135.267.200.000,” bebernya.

Hanawijaya menyampaikan, sesuai Perda No.5 tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Kalsel kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, saat ini jumlahnya Rp365.692.366.034 sehingga dengan tambahan penyertaan modal tersebut, maka total keseluruhan modal Pemprov Kalsel menjadi Rp656.846.316.034.

Saat ini, posisi Modal Inti Bank Kalsel per 31 Agustus 2022 tercatat mencapai sebesar Rp2 triliun, hal itu menunjukkan progres yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Pemprov Kalsel tentunya patut disyukuri dan menjadi angin segar yang menambah optimisme Bank Kalsel untuk mewujudkan kewajiban pemenuhan Modal Inti Minimum yang ditetapkan regulator.

“Besarnya dukungan ini akan kami tindaklanjuti dengan komitmen memberikan layanan terbaik, sebagaimana tagline kami Setia Melayani, Melaju Bersama,” pungkas Hanawijaya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel M. Syaripuddin, para Anggota dewan beserta tamu undangan.

img2

Komentar