Hot Borneo

Doyan Gonta-Ganti Pasangan, Puluhan Warga Banjarmasin Terinfeksi HIV

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan warga Banjarmasin dilaporkan terinfeksi HIV. Hingga Juli 2022, penderitanya berjumlah 59 orang….

Featured-Image
Pemkot Banjarmasin berjanji akan lebih memperhatikan nasib orang dengan HIV dan AIDS di Kota Seribu Sungai. Foto-Dok apahabar

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan warga Banjarmasin dilaporkan terinfeksi HIV. Hingga Juli 2022, penderitanya berjumlah 59 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Muhammad Ramadan, menjelaskan data itu diambil dari 7.809 warga yang diperiksa di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Meski data tersebut baru 36 persen dari target yakni 21.263 orang.

Dia menjelaskan peneriksaan itu dilakukan kepada pekerja seks komersial (PSK), waria, pasien TB paru dan ibu hamil.

"Terus ada pengguna narkoba jenis suntik, tapi sekarang jarang ada," ujarnya, Kamis (1/9).

Virus HIV, kata dia, ditularkan melalui transfusi darah, gonta-ganti pasangan saat berhubungan seks, dan jarum suntik yang tidak steril.

Mereka yang terinfeksi HIV baru bisa diketahui 10 hingga 20 tahun kemudian. Pengguna kecenderungan memiliki daya tahan tubuh melemah dan sering sakit-sakitan.

"Yang diserang, kan, sistem imun. Jadi sering sakit," ucapnya.

Ia menekankan pengobatan bagi pasien HIV masih belum ditemukan. Namun, terdapat beberapa cara untuk mencegah virus HIV menyerang tubuh manusia. Langkahnya, lanjut dia, masyarakat harus berperilaku hidup sehat.

"Seperti tidak melakukan hubungan gonta ganti pasangan, penggunaan pengaman (kondom)," sebut dia.

Di Banjarmasin, pengobatan pasien HIV akan langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ulin, Ansyari Saleh, dan Sultan Suriansyah. Di sana, pasien mendapatkan PDP (Pelayanan Dukungan dan Pengobatan) dan ARV (antiretroviral).

"Harus dicek rapid dua dan tiga untuk menentukan diagnosis pastinya," pungkasnya.

Komentar