PLN UIKI Kalselteng

Dorong Program Electrifying Agriculture, PLN Sukseskan Panen Raya Kelompok Tani di Kalsel

PT PLN UIKL Kalimantan mendorong implementasi program Electrifying Agriculture untuk menyukseskan kegiatan Panen Raya.

Featured-Image
PT PLN UIKL Kalimantan mendorong implementasi program Electrifying Agriculture untuk menyukseskan kegiatan Panen Raya. Foto-PLN Kalimantan

apahabar.com, BANJARMASIN - Tingkatkan produktivitas pada sektor pertanian, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan mendorong implementasi program Electrifying Agriculture untuk menyukseskan kegiatan Panen Raya pada Gabungan Kelompok Tani Kayuh Baimbai di Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Selasa, (4/10).

Acara ini dibuka dengan pelaksanaan panen dan tanam pada tanaman holtikultura cabai besar menggunakan sistem pengairan yang sudah terelektrifikasi dengan sistem irigasi tetes dan sprinkler. Acara dilanjutkan dengan peresmian, pemotongan pita, peninjauan ke ruang bangsal pasca-panen dan proses pengolahan tanaman cabai.

General Manager PLN UIKL Kalimantan Daniel Eliawardhana menyampaikan sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali dengan kelompok tani. 

Dia juga mengungkapkan melalui elektrifikasi di bidang pertanian / Electrifying Agriculture, harapannya PLN mampu mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan daya saing usaha tani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“PLN turut berpartisipasi aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program Electrifying Agriculture ini, tentunya biaya operasional oleh para petani dapat dikurangi dan produktivitas pun meningkat,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Syamsir Rahman,  mengatakan sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional termasuk perekonomian daerah.

“Sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia bahan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat, sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja, serta sumber pendapatan masyarakat. Ditambah dengan sistem elektrifikasi ini, akan bertambah pula potensi yang dapat terus ditingkatkan khususnya di sektor pertanian,” terangnya.

Misrani, selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani Kayuh Baimbai sekaligus Local Hero dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UIKL Kalimantan ini juga mengungkapkan bahwa dampak positif dalam penggunaan energi listrik ini dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya para petani. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada para kelompok tani.

“Alhamdulillah, Program Electrifying Agriculture dari PLN ini telah membawa pertanian Indonesia semakin maju, mandiri dan modern. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas segala dukungan yang sudah diberikan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penebaran benih sebanyak 5.000 ekor ikan papuyu pada salah satu program TJSL PLN UIKL Kalimantan lainnya yaitu fasilitasi elektrifikasi pada sistem pengairan budidaya perikanan menggunakan sistem bioflok.

Program Electrifying Agriculture menjadi lompatan besar tidak hanya bagi sektor pertanian saja, namun juga pada sektor lainnya seperti sektor perikanan. Program ini merupakan bagian dari semangat transformasi PLN dalam upaya peningkatan pelayanan energi listrik yang mudah, terjangkau dan andal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor
Komentar