Relax

Dokter Boyke Wanti-wanit Soal Tren Sleepover Date, Rawan Tularkan HIV

apahabar.com, BANJARMASIN – Tren yang tengah viral di kalangan pasangan remaja di Jakarta ‘Sleepover date’ mendapat…

Featured-Image
Tren yang tengah viral di kalangan pasangan remaja di Jakarta ‘Sleepover date’ mendapat perhatian dari Praktisi Kesehatan Seksual, dr. Boyke. Foto-Ilustrasi/net

apahabar.com, BANJARMASIN – Tren yang tengah viral di kalangan pasangan remaja di Jakarta ‘Sleepover date’ mendapat perhatian dari Praktisi Kesehatan Seksual, dr. Boyke.

Sleepover date ini artinya kencan yang dilanjutkan dengan menginap bersama pasangan. Pada dasarnya, pergaulan bebas model ini hampir sama dengan FWB atau Friend With Benefit, sleepover date juga dikaitkan dengan hubungan seks di luar nikah di kalangan anak muda.

Melihat tren yang tengah viral ini, dr. Boyke memberikan tanggapannya dengan memperingatkan mereka untuk berhati-hati dengan risikonya. Ia pun menambahkan bahwa setiap pergaulan bebas yang berkaitan dengan perilaku seks bebas tentunya akan berisiko dengan penyakit HIV/AIDS

"Sama saja. Semua perilaku seks bebas. Hati-hati HIV/AIDS," kata dr. Boyke, seperti dilansir detikcom, Minggu (11/9).

Tak hanya dr. Boyke saja yang memberikan pendapat terkait tren yang tengah viral di kalangan remaja tersebut. Salah satu psikolog klinis juga sempat mengatakan bahwa pergaulan bebas ini membuatnya khawatir.

"Yang menjadi saya khawatir kalau dari sudut pandang psikologi, ini seolah-olah nanti istilah yang lebih mudah dikatakan. Semakin mudah dikatakan, menjadi normalisasi seolah-olah ini adalah hal yang normal, hal yang wajar, baik-baik saja," kata Anastasia Sari Dewi, psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate.

Selain itu, ia juga sempat mengatakan pendapatnya terkait risiko yang akan diterima oleh para remaja yang mengikuti pergaulan bebas selain terkena HIV/AIDS.

Sebagai informasi, HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang dapat dialami setiap orang yang melakukan perilaku seks bebas.

Dalam beberapa minggu, orang yang terserang HIV akan mendapat gejala seperti flu, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan dapat terjadi.

Kemudian penyakit ini biasanya tanpa gejala sampai berkembang menjadi AIDS. Gejala AIDS termasuk penurunan berat badan, demam atau berkeringat saat malam, kelelahan, dan infeksi berulang.

Komentar