Kalsel

Diduga Depresi, Seorang Wanita Nyaris Terjun Dari Jembatan Rumpiang Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Diduga akibat himpitan masalah rumah tangga, seorang wanita nyaris mengakhiri hidup dengan terjun…

Featured-Image
Proses evakuasi YAS yang dilakukan anggota Polsek Bakumpai dan Koramil Cerbon dari sisi luar Jembatan Rumpiang. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Diduga akibat himpitan masalah rumah tangga, seorang wanita nyaris mengakhiri hidup dengan terjun dari Jembatan Rumpiang, Minggu (14/2) siang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30, ketika wanita berinisial YAS (30) duduk di sisi luar jembatan sambil menjulurkan kaki.

Namun sebelum YAS menurutkan niat hati, melintas seorang anggota Polsek Bakumpai, Aipda Mardandi, di sekitar tempat kejadian.

Diliputi rasa curiga, Mardandi menyinggahi wanita tersebut dengan maksud menegur, mengingat posisi duduk YAS merupakan zona bahaya.

Namun YAS yang menangis dan gemetaran, tak banyak merespon teguran Mardandi. Wanita kelahiran Jawa Timur yang tercatat beralamat di Marabahan itu, hanya bergumam minta pertanggungjawaban.

“Sebenarnya YAS tidak sendirian di jembatan. Sang suami yang berinisial DF (27), duduk menunggu di sepeda motor. Ketika saya tanyai, jawaban DF juga tidak menyambung,” beber Mardandi.

Kendati menyadari potensi kejadian buruk yang bisa terjadi, Mardandi tidak gegabah untuk bertindak sendirian menarik YAS dari sisi jembatan.

“Sambil memberikan nasehat-nasehat kepada YAS, saya berdoa agar ada orang yang lewat. Alhamdulillah doa saya terkabul, karena lewat Pak Heriyanto dari Koramil Cerbon,” jelas Mardandi.

“Tetapi karena posisi kami hanya berdua, masih terlalu berbahaya melakukan evakuasi. Alhamdulillah seorang warga lagi datang membantu kami untuk mengangkat wanita tersebut,” sambung Bhabinkamtibmas Polsek Bakumpai ini.

img

YAS masih menangis setelah ditarik anggota Polsek Bakumpai dan Koramil Cerbon bersama seorang warga lain. Foto: Istimewa

YAS sempat berusaha berontak ketika ditarik. Namun upaya itu tidak sebanding dengan tenaga ketiga pria yang berusaha memberikan pertolongan.

Ironisnya DF sama sekali tidak berusaha membantu evakuasi tersebut. Selanjutnya bersama YAS, DF diistirahatkan di Polsek Cerbon.

“Cukup sulit meminta keterangan dari YAS, karena terus-menerus menangis. Diketahui mereka memiliki dua anak masing-masing berusia 7 dan 2 tahun,” tandas Mardandi.

Komentar