News

Didatangkan Dari Amerika, Polri Klaim Akurasi Alat Lie Detector Tinggi: Bisa Jadi Alat Bukti

apahabar.com, JAKARTA – Lima orang tersangka dan juga saksi dalam kasus penembakan dan pembunuhan berencana Brigadir…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Lima orang tersangka dan juga saksi dalam kasus penembakan dan pembunuhan berencana Brigadir J telah diperiksa menggunakan alat lie detector atau pendeteksi kebohongan.

Polri mengklaim bahwa alat yang mereka gunakan tersebut sangat tinggi tingkat akurasinya hingga dapat dijadikan sebagai alat bukti.

"Alat kita dari amerika tahun 2019, dengan tingkat akurasinya 93 persen. Tingkat akurasi 93 persen itu pro justitia," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/9). Kemarin.

Pro justitia sendiri artinya adalah demi keadilan, atau secara terminologi bermakna demi keadilan dalam proses penegakan hukum.

Penggunaan istilah pro justitia dalam dokumen resmi para penegak hukum itu menunjukkan bahwa tindakan para penegak hukum yang tertuang dalam dokumen itu adalah tindakan hukum yang sah dan juga memiliki kekuatan hukum.

"Alat poligraf yang digunakan lab forensik kita ini sudah terverifikasi dan tersertifikasi dari perhimpunan poligraf dunia," ungkap Dedi.

Dedi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan dari Putri Candrawathi dengan menggunakan lie detector merupakan pro justitia. Pertimbangannya adalah tingkat akurasi alat itu yang tinggi.

"Karena poligraf bisa masuk dalam Pasal 184 KUHAP sebagai alat bukti dan selain petunjuk keterangan ahli," pungkasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini sudah ada lima orang yang diperiksa menggunakan lie detector.

Kelima orang tersebut ialah empat orang tersangka, yaitu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Kuat Maruf, dan juga Putri Candrawathi. Selain itu, ada satu orang saksi bernama Susi sebagai asisten rumah tangga dari Putri Candrawathi yang turut diperiksa dengan alat lie detector dalam lingkaran kasus ini.

Sementara itu, Ferdy Sambo baru akan menjalani tes dengan menggunakan lie detector pada hari ini, Kamis (8/9). Hal itu dijelaskan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.

"Pemeriksaan dengan alat lie detector itu akan dilakukan pada Kamis 8 September 2022, Ferdy Sambo akan dilaksanakan hari Kamis," ujar Brigjen Andi Rian.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini, timsus bentukan Kapolri telah menetapkan beberapa tersangka. Yaitu Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan juga Putri Candrawathi.

Di antara keempat tersangka lain, hanya Putri Candrawathi yang tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. Penyidik berdalih mempertimbangkan kemanusiaan dari Putri yang masih memiliki anak balita. (Regent)

Komentar