Pemkab Tanah Bumbu

Dibanding 2018, Kasus Karhutla di Tanbu Jauh Menurun

apahabar.com, BATULICIN – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu pada 2019 jauh…

Featured-Image
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto-tempo.co

apahabar.com, BATULICIN – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu pada 2019 jauh menurun. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Karhutla hanya terjadi di dua kecamatan.

“Di Batulicin ada satu hektare dan 11 hektare di Kusan Hilir. Angka ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu,” ungkap Kepala BPBD Tanah Bumbu, Eryanto Rais, kepada apahabar.com, Senin (29/07).

Baca Juga: Sekolah Kejuruan di Tanbu Harusnya Buka Jurusan Pariwisata

Pada 2018, kasus Karhutla di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 61 hektare. Saat itu Karhutla terjadi di tiga kecamatan yakni Kusan Hilir, Batulicin, dan Satui.

Menurut Eryanto Rais, keberhasilan penanganan Karhutla ini tak terlepas dari upaya BPBD Tanah Bumbu dalam menyosialisasikan bahaya Karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Sosialisasi tersebut dilakukan melalui berbagai media seperti spanduk peringatan, baliho, pamflet, media sosial, dan lewat siaran radio melalui Radio Swara Bersujud milik Pemkab Tanah Bumbu.

Sebagai pembekalan, BPBD Tanah Bumbu memberikan pelatihan kepada para relawan yang disebut sebagai Masyarakat Peduli Api. Melalui pelatihan itu, mereka diberi pengetahuan dan wawasan terkait cara menangani Karhutla.

Pelatihan itu melibatkan aparatur kecamatan dan desa, pelajar, dan anggota Pramuka yang berada di daerah rawan bencana Karhutla. Melalui pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan, BPBD Tanah Bumbu berharap peristiwa Karhutla tak banyak terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kami berharap tahun ini tak banyak kejadian Karhutla,” tandas Eryanto.

Baca Juga: Era Digital, Pejabat Publik Berperan Penting Sampaikan Informasi ke Masyarakat

Reporter: Puja Mandela
Editor: Muhammad Bulkini

Komentar