Hot Borneo

Diancam-Dianiaya, Anak di Palangka Raya Dirudapaksa Ayah Sejak Kelas 2 SD

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kasus kekerasan seksual dan penganiayaan (KDRT) terhadap anak di bawah umur ternyata…

Featured-Image
Suasana saat konferensi pers kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Mapolda Kalteng. Foto-apahabar.com/Andre

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kasus kekerasan seksual dan penganiayaan (KDRT) terhadap anak di bawah umur ternyata masih banyak terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kasus terbaru, seorang residivis berinisial S (23) usai keluar dari penjara tega menyetubuhi anak tirinya sebut saja Bunga. Kejadian yang dialami Bunga sejak masih duduk di kelas 2 SD.

Berdasarkan hasil penyelidikan perlakuan bejat S ini diketahui sudah berlangsung 4 tahun lamanya, yaitu sejak 2019 hingga 22 Agustus 2022 kemaren.

Hal ini diungkapkan oleh Dirkrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Faisal F Napitupulu saat menggelar konferensi pers, Senin (29/8) siang.

“Tersangka melakukan perbuatan kekerasan seksual terhadap korban yang merupakan anak tirinya ini ada di 4 TKP berbeda, yakni di Jalan Bukit Raya XII, Jalan Patih Rumbih, Jalan Bukit Raya III, dan Jalan Kecubung Palangka Raya,” terangnya.

Selama melancarkan aksi bejatnya, tersangka kerap melakukan pengancaman bahkan melakukan kekerasan fisik seperti memukul dengan tangan kosong hingga menggunakan benda keras sepeti kayu bakar, hingga korban mengalami luka lebam.

“Kasus ini terungkap saat usia korban sudah 12 tahun, di mana saat itu korban melawan terhadap tersangka dan melarikan diri dari rumah,” jelas Kombes Faisal.

Saat melarikan diri, korban ditemukan oleh seseorang berinisial X di sekitaran Taman Segitiga Jalan Kinibalu, Kelurahan Palangka dan korban menceritakan apa yang sedang dialami, hingga orang tersebut membawa korban untuk memberikan perlindungan.

“Karena merasa kasian, seseorang yang menemukan korban di jalan tersebut langsung melaporkan ke unit PPA Kalteng dan Ditreskrimum Polda Kalteng,” beber Kombes Faisal.

Setelah melakukan serangkaian periksaan dan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap tersangka yang merupakan seorang residivis kasus KDRT dan sajam di mana tersangka ini sebelumnya mendapatkan keringanan hukuman bebas bersyarat pada Januari lalu.

Bukannya insaf, tetapi kelakuan bejat tersangka tidak pernah berubah hingga kembali melakukan kekerasan seksual terhadap anak tirinya.

“Saat ini korban mengalami trauma berat dan tidak mau sekolah lagi, oleh sebab itu kami dari Polda Kalteng meminta kepada unit PPA untuk membantu korban agar tetap memiliki masa depan,” kata Kombes Faisal.

Ia juga menambahkan, atas aksi terpuji dari seseorang yang menolong korban Kombes Faisal akan mengajukan kepada Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto agar mendapatkan penghargaan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, apabila mengetahui ada kekerasan seksual atau KDRT jangan segan melaporkan ke pihak kepolisian,” tandasnya.

Atas kasus ini, tersangka S dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 80 ayat (1), Pasal 80 ayat (3), dan Pasal 64 KUHP dengan hukuman penjara di atas 15 tahun.

Komentar