Tak Berkategori

Di Masa Nabi SAW, Tidak Semua Warga Madinah Beragama Islam

apahabar.com, JAKARTA – Dalam buku Madinah Era Kenabian karya Ustaz Ahmad Sarwat disebutkan, tidak seluruh penduduknya…

Featured-Image
IlustrasiSumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Dalam buku Madinah Era Kenabian karya Ustaz Ahmad Sarwat disebutkan, tidak seluruh penduduknya beragama Islam.

Di masa itu, semua agama lain diakui eksistensinya, termasuk mayoritas agama kedua, yaitu agama Yahudi.

Adapun fakta lainnya, meski merupakan negara Islam, Madinah menganut hukum positif yang diberlakukan sesuai agama penduduknya masing-masing. Warga beragama Islam memakai Alquran, sedangkan umat lainnya seperti Yahudi menggunakan Taurat. Dan menariknya, masyarakat Madinah bersatu dalam Piagam Madinah yang dibuat oleh Nabi.

Masyarakat Madinah yang berbeda-beda agama itu secara politis bersatu untuk saling membela satu sama lain apabila diserang oleh kekuatan dari luar Madinah. Dalam Piagam Madinah, mereka diikat dalam kesatuan dalam keberagaman.

Sedangkan di sisi muamalah, meski para penduduknya saling berbeda agama, namun mereka saling melakukan jual-beli. Mereka berdagang, melakukan utang-piutang, gadai, sewa, bahkan murabahah dan mudharabah.

Komentar