Hot Borneo

Di Diskusi Jurnalistik Apahabar.com, JMSI Kalsel: "Senja" Media Itu Nyata!

Pengurus Daerah (PD) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti kondisi media massa di era digital. 

Featured-Image
Ketua PD JMSI Kalsel, Milhan Rusli menilai media massa benar-benar berada di ujung "senja". Foto-dok apahabar

apahabar.com, BANJARMASIN - Pengurus Daerah (PD) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti kondisi media massa di era digital. 

Ketua PD JMSI Kalsel, Milhan Rusli menilai media massa benar-benar berada di ujung "senja".

Pasalnya, setiap orang kini bisa mendirikan media massa hanya bermodalkan website semata.

Bahkan tanpa berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

"Kini setiap orang bisa mendirikan media dengan hanya bermodalkan website," ucap Milhan Rusli saat menjadi narasumber Diskusi "Senja" Jurnalistik Apahabar.com, Rabu (30/11) sore. 

JMSI mencatat hanya 12 media massa Kalsel yang terverifikasi Dewan Pers. 

"Ini berdasarkan catatan JMSI. Kalau Apahabar.com sudah terverifikasi Dewan Pers sejak dua tahun lalu," kata wartawan senior ini. 

Di era modern, sambung Milhan, masyarakat mesti cerdas membedakan antara media massa dengan media sosial.

Media massa, jelas Milhan, menjalankan tugas sesuai dengan kaidah jurnalistik. Sedangkan media sosial itu tidak. 

"Media massa itu menulis berita sesuai fakta, berimbang atau coverboth side dan mengedepankan kode etik jurnalistik," terangnya.

Kendati demikian, menurutnya, kemajuan teknologi informasi tidak bisa dihindari. Sehingga media massa harus bisa berjalan beriringan dengan media sosial.

"Pastinya dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik," tutupnya.

Editor
Komentar