Hot Borneo

Di Budi Luhur Banjarbaru, Wapres Ma'ruf Amin Berharap Kemiskinan Nol Persen di 2024

Setelah membuka secara resmi MTQ Nasional XXIX 2022 di Astaka Utama Kiram Park malam tadi, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin datang ke Panti Budi Luhur...

apahabar.com, BANJARBARU - Setelah membuka secara resmi MTQ Nasional XXIX 2022 di Astaka Utama Kiram Park malam tadi, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin datang ke Panti Budi Luhur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kedatangan Wapres Ma'ruf Amin ke Budi Luhur untuk menyerahkan bantuan sosial kepada kaum disabilitas dan lanjut usia atau lansia, Kamis (13/10).

Wapres Ma'ruf Amin menyebut, pemberian bantuan ini adalah salah satu program pengentasan kemiskinan di tanah air. "Ini memang tanggung jawab dari pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial kepada mereka yang tergolong miskin," ujarnya.

Pemerintah kata Wapres Ma'ruf Amin, juga bertekad memberdayakan masyarakat yang bisa diberdayakan, untuk mengurangi dan menghilangkan kemiskinan.

Wapres Ma'ruf Amin berharap, pada tahun 2024 nanti, kemiskinan di Indonesia menjadi nol persen.

"Meski kita menghadapi berbagai tantangan. Kemarin ada Covid-19, sehingga angka kemiskinan yang tadinya sudah menurun, akhirnya naik lagi," ujar orang nomor dua di Republik Indonesia ini.

Dijelaskan, saat ini Indonesia juga tengah menghadapi dampak global yang akhirnya berakibat pada krisis pangan, energi dan keuangan finansial.

"Ini juga mempengaruhi terhadap ekonomi masyarakat. Tapi pemerintah terus berupaya mengatasi itu. Ini salah satu bagian penanganannya," imbuhnya.

Wapres Ma'ruf Amin sendiri pulang ke Jakarta pada pukul 11.00 Wita atau 10.00 WIB.

Adapun bantuan yang diberikan sebanyak Rp1.972.800.000 kepada 822 orang yang tergabung dalam lansia, anak, disabilitas dan rentan.

Salah satu penerima bantuan anak, Melda Yanti mengaku senang dapat bantuan tersebut. Dirinya bilang, bantuan ini akan dipergunakan untuk membantu orang tua dan biaya sekolah.

"Terima kasih, semoga ini dapat membantu saya dalam mencapai cita-cita menjadi seorang dokter," tandasnya.

Hal sama juga disampaikan Adellia, penerima bantuan lainnya. Ia merasa bersyukur, sebab bantuan ini dapat dipergunakan untuk keperluan kuliahnya.

"Semoga bantuan ini berkelanjutan," ucapnya.

Editor
Komentar