Hot Borneo

Dewan Setuju Sungai Veteran Banjarmasin Disulap bak Venesia Italia, Asal…

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin setuju sungai Veteran disulap bak Venesia Italia asalkan tidak membebani…

Featured-Image
Venesia Italia. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin setuju sungai Veteran disulap bak Venesia Italia asalkan tidak membebani anggaran daerah.

Banjarmasin menjadi satu dari enam daerah yang kecipratan proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

Nilainya tak kaleng-kaleng, yakni Rp 1 triliun. Dan, bersumber dari Bank Dunia alias World Bank.

Waket DPRD Banjarmasin, Matnor Ali mengungkapkan, belum menerima laporan resmi dari pemerintah kota ihwal rencana pembangunan megaproyek tersebut.

“Secara formalitas sih belum ada informasi ke kita,” ucap Matnor Ali kepada apahabar.com, Selasa (8/3).

Tak Membebani Daerah

img

Perencanaan jalur jalan Veteran. Foto-Istimewa

Meski begitu, politisi senior partai Golkar ini menilai, sangat bagus jika benar-benar terealisasi, asalkan tidak membebani anggaran negara atau daerah.

“Jika memang bukan menjadi beban APBD, ini sangat bagus untuk stimulan pembangunan daerah kita,” katanya.

Namun sebaliknya jika menjadi utang, maka Matnor Ali bilang akan mempertimbangkannya kembali.

“Kalau menjadi beban, maka itu bukan prioritas kita untuk sementara.”

“Nanti kita telusuri dulu kejelasannya, apakah ini hibah atau utang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Isnaini juga mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Sejauh ini belum ada disampaikan ke dewan. Jadi kita belum bisa memberikan respons lebih jauh,” bebernya.

Pemko Harus Hati-hati

img

Penampakan desain revitalisasi sungai Veteran Banjarmasin. Foto-Instagram

Menurutnya, jika hanya menjadi beban daerah, maka pemkot Banjarmasin patut berhati-hati dan penuh pertimbangan.

“Harus melihat urgensinya seperti apa,” jelas politisi partai Gerindra itu.

Bukannya tak mendukung penanganan banjir, Isnaini menyarankan agar pemkot Banjarmasin lebih dahulu memikirkan pola lain selain meminjam uang.

Jika hanya menjadi beban daerah, maka ia memilih untuk lepas tangan alias tak bertanggung jawab.

“Kita berharap adanya keterlibatan pemerintah pusat dan pemprov untuk bersinergi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, proyek NUFReP merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Total anggarannya cukup fantastis. Yakni mencapai USD 400.000.000 atau setara Rp 6 triliun.

Bukan hanya Banjarmasin, program ini juga dicanangkan untuk lima kota lain di Indonesia selama lima tahun sejak 2023-2027.

Di antaranya Bima (Nusa Tenggara Barat), Manado (Sulawesi Utara), Medan (Sumatera Utara), Banjarmasin (Kalsel), Semarang (Jawa Tengah) dan Ibu Kota Negara (IKN) Penajam Paser Utara Kaltim.

Program penangkap banjir ini mencakup perencanaan investasi risiko banjir, investasi ketahanan banjir, penguatan kelembagaan dan manajemen pengetahuan, manajemen program serta dukungan implementasi.

Komentar