Tak Berkategori

Delapan Jurnalis Muda apahabar.com Dibekali Ilmu Jurnalistik

apahabar.com, BANJARMASIN – Delapan jurnalis muda apahabar.com mendapat pembekalan dari tim Redaksi, Selasa (27/11) pagi di…

Featured-Image
Delapan jurnalis muda mendapat pembekalan dari redaksi apahabar.com. Foto/Amrullah

apahabar.com, BANJARMASIN – Delapan jurnalis muda apahabar.com mendapat pembekalan dari tim Redaksi, Selasa (27/11) pagi di kantor apahabar.com, Jalan Soetoyo S, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah.

Sebelum dinyatakan siap, mereka terlebih dahulu mendapat pembekalan ilmu dan etika jurnalistik selama sepekan lamanya.

Adapun materi yang berikan meliputi: Bisnis Media Digital oleh Dewan Redaksi; Budi Ismanto, dan Milhan Rusli. Sedangkan materi dasar dan etika jurnalistik diberikan oleh Pimpinan Redaksi Nasrullah dibantu redaktur Fariz Fadhillah.

Budi Ismanto menegaskan, ihwal wartawan muda harus menjaga etika dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas di lapangan.

Ia merasa sedih atas maraknya jurnalis “abal-abal” yang hanya bermodalkan id card, namun tidak menghasilkan karya jurnalistik.

“Saya sedih melihat jurnalis seperti itu, kerjanya hanya memeras para pejabat,” ucapnya di sela pembekalan.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Selatan tersebut berharap agar jurnalis muda apahabar.com mampu menyajikan informasi yang cepat, kredibel dan akurat di era digital ini.

“Kita berikan kebebasan kepada kawan-kawan agar terus berinovasi dan berkarya di apahabar.com ini,” katanya.

Milhan Rusli menambahkan, ihwal pihaknya akan terus menjadikan apahabar.com sebagai referensi dan mampu bersaing dengan media online lainya.

Menurutnya, apahabar.com bukan hanya mengandalkan dari segi kecepatan, tetapi juga mempertimbangan keakuratan informasi yang diperoleh di lapangan.

Dalam era digital prinsip jurnalisme dan keakuratan berita mesti menjadi perhatian. Kehati-hatian amat diperlukan dalam mengontrol produksi berita sejak di tangan jurnalis.

Media digital yang menawarkan kelebihan jurnalisme dibanding media cetak, terutama dalam hal kecepatan. Dalam era digital Fariz menambahkan, semua orang bisa melaporkan peristiwa yang sedang terjadi.

“Ada perubahan konsep berita, bukan dari apa yang sudah terjadi melainkan apa yang sedang terjadi,” jelasnya.

Meski begitu kata dia, kelebihan itu mesti dibarengi dengan pemenuhan prinsip jurnalisme dan keakuratan berita. “Prinsip kehati-hatian yang diutamakan. Salah ketik masih sering dijumpai,” jelasnya.

“Berita digital bisa lebih autentik karena bisa menampilkan secara langsung kejadian yang sedang terjadi, semacam live streaming pada berita video,” jelas Nasrullah.

“Dengan demikian penyediaan indormasi yang penting dan berguna bagi publik semakin terpenuhi,” sambung Inash, sapaan karibnya.

Komentar