Hot Borneo

Selama Pandemi, Capaian Vaksin Polio di Kalsel Rendah

Selama pandemi Covid-19, vaksin polio yang masuk dalam imunisasi dasar bagi bayi di Kalsel capaiannya rendah.

Featured-Image
Capaian vaksin polio di Kalsel rendah. Foto ilustrasi-Alodokter.

apahabar.com, BANJARBARU - Selama pandemi Covid-19, vaksin polio yang masuk dalam imunisasi dasar bagi bayi di Kalsel capaiannya rendah.

Hal itu diakui Kabid P2P pada Dinas Kesehatan Kalsel, Syahriani Noor, Senin (21/11).

Karena itu, Syahriani mengaku, pihaknya kembali menggenjot capaian vaksinasi dasar setelah kasus Covid-19 di Kalsel mulai mereda.

Saat ini, kata dia, posyandu sudah kembali aktif. Masyarakat pun sudah berani ke puskesmas lantaran kasus Covid-19 mulai menurun.

"Harapan kami, capaian vaksinasi polio bisa mencapai 80 persen sampai akhir tahun," kata Syahriani.

Dirinya menyebut daerah rawan adalah daerah yang capaian vaksinasi polionya masih rendah.

Dinkes Kalsel tetap melakukan pemantauan melalui sistem kewaspadaan dini untuk semua penyakit.

Syahriani mengklaim sudah mencari suspek polio di Kalsel, dan didapat ada 42 sampel yang dikirim ke Jakarta untuk diperiksa.

"Pekan kemarin, hasil dari pemeriksaan spesimen tersebut dinyatakan negatif polio di Kalsel," terangnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku tetap waspada dengan melakukan koordinasi bersama kabupaten/kota dan surveilans lumpuh layu atau polio tetap harus berjalan.

Satu-satunya cara untuk menekan rawan polio di Kalsel yakni dengan mengoptimalkan capaian vaksin polio.

Sebagai informasi, gejala penderita polio mengalami demam, lalu muncul nyeri pada persendian, dan kelemahan anggota gerak.

Editor
Komentar