Relax

Cakep! Greg Joswiak Pakai Batik saat Peluncuran iPhone 14 Pro, Begini Kisahnya

apahabar.com, JAKARTA – Senior Vice President Apple, Greg Joswiak, mengenakan batik dalam acara peluncuran iPhone 14…

Featured-Image

apahabar.com, JAKARTA - Senior Vice President Apple, Greg Joswiak, mengenakan batik dalam acara peluncuran iPhone 14 Pro yang ditayangkan di YouTube, Rabu (7/9/2022). Ini bukan kali pertama dirinya memakai busana khas Indonesia untuk agenda Apple.

Pada 2020 lalu, tepatnya saat meluncurkan iPhone 12 Pro, Joswiak juga menggunakan batik lengan panjang yang didominasi warna biru. Barangkali itulah sebabnya, muncul anggapan bahwa Joswaik menyukai warisan budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO tersebut.

Budaya Ribuan Tahun yang Pernah Diklaim Malaysia

Batik memang sudah diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, pada 2 Oktober 2009.

Pengakuan ini tentu sangat membanggakan bagi Indonesia, mengingat batik sempat diklaim Malaysia. Bahkan, Negeri Jiran itu sampai melayangkan keberatan kepada UNESCO atas pengakuan tersebut.

Melansir The History of Java, Thomas Stanford Raffles mengatakan setidaknya menjumpai 100 motif batik selama dirinya menjabat Gubernur Jenderal, tepatnya sejak tahun 1811 hingga 1816. Namun, jika ditarik lebih jauh, batik mulanya ditemukan pada masa Kerajaan Mataram.

Kala itu, hanya kalangan kerajaan, sultan, dan pembesar keraton memakai batik yang boleh memakai batik bermotif khusus. Motif tersebut dinamakan 'larangan', antara lain mencakup motif parang, parang rusak, cemukiran, sawat, udan liris, semen, dan alas-alasan.

"Habis Kondangan Dari Mana?"

Sebelum ditetapkan menjadi warisan budaya, batik acapkali dianggap kuno dan konservatif. Tepatnya di era 1970-an hingga awal 2000-an, kawula muda lebih menyukai gaya busana modern ala barat.

Batik pun tak ubahnya dinilai hanya sebagai baju kondangan. Seseorang yang mengenakan baju batik saat tidak sedang menghadiri acara khusus, seringkali disambut gurauan, "Habis kondangan dari mana?"

Kesadaran masyarakat Indonesia akan tingginya nilai batik baru kembali muncul ketika negara lain hendak mengeklaimnya. Ditambah lagi, dengan ditetapkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 silam.

Tak Terputus dalam Lembar Sejarah

Adapun salah satu alasan yang membuat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda, ialah eksistensinya tak pernah terputus dalam lembar sejarah. Batik terus diwariskan secara turun temurun, bak menjadi penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Batik boleh dibilang sebagai warisan adiluhung, di mana telah merepresentasikan budaya Nusantara sejak zaman baheula. Bahkan, kini, batik terkenal sampai ke mancanegara. (Nurisma)

Komentar