Pemkab Tapin

Bupati Tapin Hadiri Rakor Kepala Daerah Bersama RI 1, Bahas Tiga Hal Penting

apahabar.com, JAKARTA – Bupati Tapin, HM Arifin Arpan, bersama semua kepala daerah menghadiri rapat koordinasi dengan…

Featured-Image
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri rapat koordinasi kepala daerah di Jakarta Convention Center, Jumat (30/9). Foto: Humas Pemkab Tapin

apahabar.com, JAKARTA – Bupati Tapin, HM Arifin Arpan, bersama semua kepala daerah menghadiri rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (30/9).

Setidaknya tiga topik utama dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni pengendalian inflasi daerah, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan tindak lanjut aksi afirmasi bangga buatan sendiri.

Presiden dalam arahan meminta semua jajaran kerja bersama mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, serta menargetkan kemiskinan 0 persen sejak 2024.

Kemudian untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 dan penanganan inflasi di daerah, Presiden juga meminta percepatan realisasi komitmen belanja produk dalam negeri.

Presiden pun meminta semua kepala daerah membina pelaku UMKM dan koperasi di daerah masing-masing, sehingga semakin banyak yang masuk e-katalog.

Menanggapi arahan Presiden, Arifin Arpan menjelaskan Tapin telah menganggarkan APBD sebesar Rp9,6 miliar untuk penanganan inflasi.

“Anggaran itu diperuntukkan bantuan sosial Rp3 miliar, penciptaan lapangan kerja Rp5,8 miliar, subsidi transportasi Rp125 juta, serta perlindungan sosial lain senilai Rp621 juta,” papar Arifin.

Pemkab Tapin juga telah berencana menggelar operasi pasar, serta program pangan bersubsidi kepada masyarakat tertentu.

“Tapin telah berupaya memberdayakan pengrajin lokal untuk memasok kebutuhan untuk daerah, seperti kain sasirangan yang digunakan ASN dan sekolah,” jelas Arifin.

“Kami pun bersiap menjual produk-produk lokal secara online melalui laman dan aplikasi Dagangan Tapin,” imbuhnya.

Sementara program perluasan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, akan dibarengi pelatihan-pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami ingin memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan usaha, baik membuka sendiri maupun ikut orang lain,” tandas Arifin.

Komentar