News

Bupati Daerah Terpencil Meranti Minta Perhatian Pemerintah Pusat

apahabar.com, JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta perhatian lebih   pemerintah pusat untuk daerahmya. Menurutnya,…

Featured-Image
Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil. Foto: apahabar.com/Bambang S.

apahabar.com, JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta perhatian lebih pemerintah pusat untuk daerahmya.

Menurutnya, Kepulauan Meranti berada dekat perbatasan, bahkan termasuk kategori daerah Terpencil, Terluar, dan Terdalam (3 T). Meranti sebagai daerah 3 T masih kurang mendapat perhatian pemerintah pusat.

"Kami harap lebih banyak perhatian dari Presiden," ujar Muhammad Adil di Jakarta, Rabu (21/9).

Ia menjelaskan, daerahnya sangat membutuhkan tenaga kesehatan, bahkan Puskesmasnya masih membutuhkan dokter dan dokter gigi.

Kepulauan Meranti tercatat hanya memiliki kurang lebih 10 Puskesmas. 10 Puskesmas itu pun tersebar pada 4 pulau besar dan 2 pulau kecil.

Puskesmas tersebut masih membutuhkan sekitar 10 dokter, 10 dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya.

Pemenuhan tenaga kesehatan itu untuk memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes menetapkan standar tenaga kesehatan yang harus dimiliki Puskesmas, tercatum dalam Permenkes No. 340/Menkes/Per/III/2010.

Harus terdapat 9 tenaga kesehatan di Puskesmas untuk memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.

Rinciannya adalah harus ada dokter, dokter gigi, apoteker, dan perawat.

Selain itu, Puskesmas juga harus memiliki bidan, tenaga lingkungan dan ahli teknologi labolatorium medik. Ditambah lagi, harus ada tenaga kesehatan masyarakat dan tenaga gizi.

"Kami saat ini hanya mengandalkan PPPK yang kurang memadai," ungkap Muhammad Adil.

Adil sapaannya, mengatakan Kepulaian Meranti hanya memiliki 200 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) dengan kualitas mereka yang hanya seadanya.

Di sisi lain, wilayah tersebut sangat bergantung pada transportasi laut.

Menurut Adil, jam kapal untuk keluar masuk Meranti hanya ada dari pagi sampai jam 4 Sore.

Ketika jam kapal terlewat, maka masyarakatnya akan melakukan aktivitasnya di dalam pulau dan terputus dari dunia luar.

Ia menyatakan bahwa mereka lebih banyak bergantung pada negara tetangga karena jaraknya lebih dekat.

"Kami bergantung pada Malaysia karena lebih dekat, hanya butuh waktu 1 jam , karena ke Jakarta kami butuh 6 jam," ujar Adil.

Komentar