Tak Berkategori

Bupati Banjar Buka Peringatan Hari Santri, Lomba Digelar Secara Daring

apahabar.com, MARTAPURA – Bupati Banjar, KH Khalilurrahman membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020…

Featured-Image
Bupati Banjar membuka kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional 2020, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Kamis (22/10). Foto-istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Bupati Banjar, KH Khalilurrahman membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Mahligai Sultan Adam Martapura, Kamis (22/10).

Mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”, rangkaian kegiatan berupa event seni budaya Islam, dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 24 Oktober 2020, di gedung PCNU Kabupaten Banjar.

Event seni budaya Islam tersebut yakni lomba Musabaqah Qiraatil Kutub, Da’i dan Da’iyah, penulisan esai dengan tema Peran Santri di Era Globalisasi dan video profil pondok. Semua lomba dilaksanakan secara daring atau online.

Bupati Banjar, Khalilurrahman, mengatakan peringatan karena masih pandemi Covid-19 Hari Santri Nasional tahun ini dilaksanakan sangat sederhana.

Meski demikian, bupati meminta pelaksanaan itu harus tetap memberi makna dan semangat, khususnya para santri agar senantiasa menghargai jasa para pendahulu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Peringatan Hari Santri tidak terlepas dari pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama, yaitu KH Hasyim Asy’ari,” kata bupati di hadapan unsur Forkopimda, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan undangan lainnya.

“Dicetuskannya resolusi jihad 22 Oktober oleh beliau telah membakar semangat patriotisme dan nasionalisme, menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk berjuang bersama melawan pasukan kolonial sampai titik darah penghabisan. Puncaknya pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kita peringati sebagai hari pahlawan,” papar Bupati Banjar.

Bupati yang kerap disapa Guru Khalil mengingatkan, Hari Santri Nasional memiliki arti dan makna filosofi. Oleh karena itu, jangan hanya diperingati sebagai seremonial belaka.

“Tetapi menjadi momentum untuk refleksi guna berbenah dan terus meningkatkan kualitas santri, demi kemajuan dan pembangunan bangsa kita,” harap Guru Khalil.

Komentar