Nasional

Buku Pelajaran SD Sebut Pak Ganjar Tak Salat, Gubernur Jateng: Mungkin Kritikan

apahabar.com, SEMARANG – Kendati dipengaruhi kebetulan, soal mata pelajaran Agama Islam yang menyebut Pak Ganjar tidak…

Featured-Image
Tangkapan layar postingan @RikaSudjiman tentang soal Pelajaran Agama Islam yang mencantumkan nama Pak Ganjar. Foto: Istimewa

apahabar.com, SEMARANG – Kendati dipengaruhi kebetulan, soal mata pelajaran Agama Islam yang menyebut Pak Ganjar tidak salat, ramai dihubungkan warganet dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Foto soal tersebut sudah beredar di lini masa Twitter dan diunggah akun @RikaSudjiman, Senin (8/2).

Soal itu menyebutkan Ganjar tidak pernah bersyukur. Sebagai orang Islam, ia pun tidak pernah melaksanakan salat.

Lantas dalam kolom pilihan ganda, terdapat opsi beruntung, beriman, bangkrut dan rugi untuk menyebutkan perilaku Pak Ganjar.

“Nih soalnya, terbaca jelas kan? Dan katanya nggak cuma di 1 buku, tp 2 buku ajar untuk kelas 3 dan 4,” tulis sang pemilik akun.

“Hhmmm….bagi saya ini ada keanehan, kyk sistematis dan tersrtuktur. ‘Pak Ganjar’ piye2 ya identik dengan Gub Jateng idolaku….Ora trimo aku rek, Pak Ganjar di elek2,” tambahnya.

Warganet pun mengomentari postingan itu. Cukup banyak yang sepakat bahwa soal tersebut sengaja dibuat.

“Tapi akan mudah sekali disangkal, yg namanya Ganjar kan byk dsb dsb. Dan juga, sudah terlanjur tersebar luas ke siswa,” tulis akun @anubias18.

“Apakah penulisan buku tidak ada pengawasan dari dinas/kementrian terkait ya.. Supaya nggak trjadi lagi. Nama yg lbh ‘netral’ masi banyak kok,” imbuhnya.

“Pak @ganjarpranowo perlu di usut itu pak sebelum kebablasen….kurang ajar..pak gubernur kok di ece,” timpal akun @mymuhsudar.

Menanggapi postingan itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta pembuat soal untuk klarifikasi agar masyarakat tidak berspekulasi.

“Buku dari Tiga Serangkai? Nanti biar dicek teman-teman untuk klarifikasi dulu orang yang menulis, termasuk fakta dan motif agar tidak menjadi keributan,” sahut Ganjar seperti dilansir Kumparan, Selasa (9/2).

Meski mengaku kaget, Ganjar enggan berspekulasi bahwa soal itu dihubungkan dengan politik.

“Mungkin kritikan untuk saya. Salat harus kenceng, kalau Idul Adha harus sembelih sapi. Mungkin si penulis memberi kritik untuk yang bernama Ganjar, kendati pemilik nama Ganjar banyak,” pungkasnya.

Komentar