Pemko Banjarbaru

Berkontribusi Besar dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Aditya Raih Penghargaan dari Kemenag RI

Diberikan atas partisipasi dan kontribusi Aditya dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi pendidikan agama islam di sekolah.

Featured-Image
Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pesantren. Foto-Aditya Mufti Ariffin for apahabar.com.

apahabar.com, BANJARBARU - Kementerian Agama Republik Indonesia menganugerahi penghargaan kepada Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin.

Penghargaan yang ditandatangani Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani diberikan atas partisipasi dan kontribusi Aditya dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi pendidikan agama Islam di sekolah.

Aditya dinilai telah memberikan perhatian yang besar untuk perkembangan pendidikan agama Islam lewat kebijakan dan program-programnya selama satu tahun terakhir.

Di antaranya, pemberian beasiswa bagi santri ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S1, S2, dan S3 serta pembangunan sejumlah pondok pesantren.

Selain itu, Aditya juga telah mengalokasikan anggaran khusus yang diberikan kepada guru ngaji di pondok pesantren untuk mengenyam ilmu di Republik Yaman. Rencananya pada penghujung tahun ini, program tersebut akan direalisasikan.

Wali Kota Banjarbaru menyatakan bahwa program-program tersebut digagas sebagaimana visi misi dirinya membangun Banjarbaru yang Maju, Agamis, Sejahtera (JUARA).

Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenag RI yang telah memberikan penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, semoga penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah yang ada di Banjarbaru,” ungkapnya, Kamis (24/11).

Menurut Aditya, program-program yang kental dengan nilai-nilai agama di lingkungan pendidikan sudah seharusnya ditonjolkan.

Mengingat, di era saat ini deras perkembangan teknologi informasi yang membawa nilai-nilai baru globalisme.

"Ini menjadi tantangan kita untuk tetap menegakkan nilai-nilai agama kepada generasi penerus bangsa. Jangan sampai hal itu bergeser karena perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih," tuntasnya.

Editor
Komentar