Hot Borneo

Berkas P21, Tersangka Kasus Persetubuhan Anak Disabilitas di Tabalong Segera Disidangkan

apahabar.com, TANJUNG – Tersangka kasus persetubuhan terhadap anak disabilitas berusia 13 tahun di wilayah Kabupaten Tabalong…

Featured-Image
Jaksa Penuntut Umum memeriksa SS (39), tersangka perkara persetubuhan anak setelah dilimpahkan oleh Penyidik Satreskrim Polres Tabalong. Foto-Kejari Tabalong for apahabar.com

apahabar.com, TANJUNG – Tersangka kasus persetubuhan terhadap anak disabilitas berusia 13 tahun di wilayah Kabupaten Tabalong segera disidangkan.

Hal itu menyusul telah lengkapnya berkas perkaranya atau P21, setelah diserahkannya berkas dan tersangka berinisial SS (39) oleh penyidik Satreskrim Polres Tabalong (Tahap II) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejari Tabalong, Jumat (9/9).

Kejari Tabalong telah menyiapkan, Nadia Safitri, sebagai JPU untuk menangani kasus yang menarik perhatian banyak warga ini.

“Sebelum masa penahanan dari JPU selama 20 hari berakhir, perkara ini sudah kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjung,” kata Kajari Tabalong Mohamad Ridosan, melalui Kasi Intelijen Amanda Adelina, Jumat sore.

Kata Amanda, tersangka telah menyetubuhi seorang anak di bawah umur yang merupakan seorang penyandang disabilitas sebanyak 4 kali.

“Sebelum melakukan aksinya tersangka meminjamkan handphone dan mempertontonkan film porno kepada korban,” bebernya.

Kejadian tersebut dilakukan tersangka pada Oktober, November 2021, Januari dan Maret 2022.

“Imbas dari perbuatan tersebut, korban mengalami kehamilan di usia kurang lebih 20-22 minggu,” ungkap Amanda.

Atas perbuatan tersangka, JPU akan menjeratnya dengan Pasal 81 ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, tersangka pencabulan anak di bawah umur tersebut ditangkap Satreskrim Polres Tabalong pada 13 Juli 2022.

Penangkapan pelaku bermula terbongkarnya perbuatannya dari kecurigaan orang tua korban setelah melihat perubahan bentuk fisik anaknya pada Rabu (13/7) siang.

Melihat perut putrinya terlihat membesar membuat orang tua korban curiga dan memeriksakan ke bidan hingga diketahui kalau anaknya tengah hamil lima bulan.

Setelah ditanya, anak tersebut menyebutkan nama seseorang yang berinisial SS.

Selanjutnya, orang tua korban memanggil pria yang disebutkan anaknya tersebut dan menanyakan perihal perbuatan asusila terhadap putrinya.

Saat ditanya, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan hubungan badan sebanyak lima kali di kediaman korban pada rentang Oktober 2021 hingga Maret 2022.

Mendengar pengakuan pelaku, orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Tabalong.

Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Tabalong langsung menangkap pelaku.

Komentar