Pemkab Tabalong

Belasan Ribu Keluarga di Tabalong Bakal Terima BLT Subsidi BBM

Pemerintah Kabupaten Tabalong akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)

Featured-Image
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat memberikan arahan pada sosialisasi penyaluran BLT subsidi BBM. Foto - apahabar.com/Muhammad Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebelum bantuan tersebut disalurkan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong menggelar sosialisasi penyaluran BLT subsidi BBM di Gedung Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Murung Pudak, Selasa (18/10) kemarin.

Pada sosialisasi tersebut salah satu pameteri adalah Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong, Mohamad Ridosan.

BLT subsidi BBM ini akan disalurkan kepada 15.492 KPM dengan rincian BLT DD sebanyak 10.466 dan Non BLT DD sebanyak 5.026.

Kepala Dinsos Tabalong, Abu Bakar Sidiq menjelaskan, besaran bantuan yang akan disalurkan yaitu penerima Bansos APBD dan APBN Rp200 ribu per bulan dan  BLT DD Rp100 ribu per bulan.

"Masyarakat umum Rp 200 ribu per bulan dan usulan kelurahan Rp200 ribu per bulan selama waktu 3 bulan," ungkapnya.

Kata Abu, penerima bantuan secara administrasi berdomisili atau KTP-nya orang Tabalong. Bagi mereka yang tidak berdomisili di Tabalong tidak termasuk sebagai penerima bantuan.

Sementara untuk penyaluran BLT bersumber dana APBD akan diserahkan secara tunai, dan dari kementerian sosial disalurkan melalui kantor pos.

"BLT yang bersumber dari APBD  merupakan kebijakan baru dari pemerintah pusat yang dalam waktu sangat singkat sehingga pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menyandingkan data dengan sistem nomor Kartu Keluarga (KK)," jelas Abu.

“Jadi siapapun datang yang tidak mendapatkan bantuan bisa datang ke tempat kami untuk membawa KTP dan KK, itu pasti terbaca,” imbuhnya.

Abu bilang masyarakat yang termasuk fakir miskin di luar data yang disampaikan (Dinsos)  agar dapat mendatangi layanan di masing-masing Kecamatan atau di Dinas Sosial.

“Sehingga tidak ada lagi keluarga fakir miskin yang tidak mendapatkan BLT Subsidi BBM, apakah yang bersumber APBN maupun APBD,” pungkas Abu.

Sementara itu Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, meminta semua pihak termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengawasi penyaluran BLT subsidi BBM ini. Sebelumnya mereka juga sudah membantu pengawasan penyaluran bantuan dalam rangka pandemi Covid-19.

"Kepada penggiat-penggiat LSM, mari kita awasi penyalurannya agar tidak ada penyimpangan," pintanya.

Anang mengingatkan di dalam penyaluran BLT tersebut tidak ada yang bermain-main.

"Karena jika ada yang bermain-main dengan ini tentu akan kita berikan sanksi yang tegas," ingatnya.

Selain LSM, Bupati Anang juga meminta  bantuan pada MUI, Baznas, Polres, Kodim dan Kejari Tabalong dalam mengawasi pelaksanaan BLT subsidi BBM tersebut.

"Pun dengan para camat, saya minta awasi karena ini dana APBD kita, APBD kita bersumber dari dana alokasi umum dan pendapatan asli daerah," ucapnya.

"Misalnya dari 15.432 ini ternyata hanya 10 ribu yang layak dapat bantuan, maka dana ini akan kembali ke APBD dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya," sambung Anang.

Kata Anang, 15.432 orang yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Jika itu mewakili KK, bisa dikatakan satu KK itu empat jiwa berarti 60.000 jiwa penduduk Tabalong yang mendapatkan BLT ini.

"Apa yang dilakukan pemerintah pada hari ini merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan inflasi daerah. Kami berharap agar penerima BLT ini betul-betul orang yang berhak," tutupnya.

Editor
Komentar