News

BBM Subsidi Masih Bocor, Sri Mulyani: Tidak Terhindarkan, Subsidi Komoditas Dinikmati Orang Mampu

apahabar.com, JAKARTA – Menteri keuangan Sri Mulyani menyebut untuk dana subsisdi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih…

Featured-Image
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto tangkapan layar.

apahabar.com, JAKARTA - Menteri keuangan Sri Mulyani menyebut untuk dana subsisdi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih akan dinikmati oleh mereka yang memiliki mobil. Hal ini dikarenakan BBM merupakan jenis subsidi yang melalui komoditas, sehingga kelompok orang yang memiliki kendaraan pasti akan turut mengkonsumsi subsidi tersebut.

Dia juga menjelaskan dengan kenaikan harga BBM yang berada di sekitar USD95 per barel sampai USD100 per barel, tetap akan membuat jumlah subsidi BBM dan listrik mencapai Rp647 triliun. Hitungan ini berlaku jika harga BBM sedang mengalami penurunan seperti saat ini. Maka itu, menurutnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dibutuhkan untuk membantu masyarakat kelas bawah.

"Oleh karena itu memang untuk menciptakan keadilan yang lebih baik, kita memberikan pada kelompok 40 persen terbawah. Tadi yang oleh Bu Risma 20,67 juta itu adalah 30 puluh persen masyarakat termiskin," ujarnya dalam siaran daring di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).

Dia juga menambahkan seperti yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan dengan sasaran 24,14 juta, bisa mengcover hampir mendekati 50 persen masyarakat posisi ekonomi terbawah.

Sri juga mengungkapkan bahwa untuk tahun depan menurut Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023, subsidi BBM akan mencapai Rp336 triliun. Menurutnya jika kenaikan harga seperti yang diumumkan Menteri ESDM, maka akan ada tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun, dengan status kurang bayar tahun ini yang akan dimasukan ke APBN 2023.

"Presiden Jokowi telah menyampaikan di dalam nota keuangan RUU APBN di tahun 2023, itu sudah dicadangkan 336 triliun untuk subsidi BBM," tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri ESDM Arifin Tasrif telah mengumumkan terjadi kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite subsidi menjadi Rp10.000 per liter dari harga sebelumnya Rp7.650 per liter, jenis Solar subsidi menjadi Rp6.800 per liter dari harga sebelumnya Rp5.150 per liter. Adapun BBM non subsidi lainnya seperti Pertamax mengalami kenaikan menjadi Rp14.500 per liter dari harga sebelumnya Rp12.500 per liter.

Reporter:Thomas

Komentar