Hot Borneo

Batas Terluar Kabupaten Tala dan Banjar Tinggal Tunggu Penetapan Mendagri

apahabar.com, PELAIHARI – Batas wilayah antara Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Banjar tinggal menunggu ketetapan…

Featured-Image
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Tanah Laut, Ulil Amri Bahtiar. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PELAIHARI – Batas wilayah antara Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Banjar tinggal menunggu ketetapan Menteri Dalam Negeri. Kedua belah pihak sudah sepakat mengenai batasan wilayah tersebut.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tanah Laut, Ulil Amri Bahtiar mengatakan persoalan penetapan tapal batas terluar Kabupaten Tala dengan Kabupaten Banjar sudah selesai dan disepakati kedua belah pihak.

“Wilayah Kiram di Kecamatan Karang Intan sudah disepakati kedua belah pihak, Kiram masuk Kabupaten Banjar,” ucap Ulil saat ditemui di Kantor DPUPRP Tala, Jumat( 2/9).

Dalam pemetaan batas dua kabupaten tersebut pada tanggal 1 Agustus 2022, kata Ulil, pihaknya melibatkan Provinsi, Kabupaten Banjar, Camat, dan Kepala Desa setempat.

Persoalan penetapan tapal batas kabupaten ini hampir 15 tahun lamanya dan baru disepakati dalam berita acara pada tanggal 4 Maret 2021.

“Batas Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar saat ini masih dalam proses penetapan Peraturan Menteri Dalam Negeri, karena kedua belah pihak sudah ada kesepakatan,” katanya.

Ulil Menambahkan setelah dilakukan pemetaan batas wilayah. Ada ratusan hektar batas terluar yakni 470 hektar yang masuk ke Kabupaten Banjar.

“Hal ini sudah disepakati, maka kita akan menjalankan dan menunggu kabar baik dari Mendagri. Diketahui Wilayah sengketa sendiri Tala dan Banjar menyebutkan ada 1000 hektar.

Sebelumnya, dokumen batasan wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut telah ditandatangani kedua kepala daerah antara Bupati Tanah Laut HM Sukamta dengan Bupati Banjar H Saidi Mansyur di Gedung KH Idham Chalid Banjarbaru, Maret 2022 Lalu.

Penandatanganan dokumen tapal batas kedua daerah itu disaksikan langsung oleh Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal usai kegiatan rapat koordinasi kepala daerah.

Bupati Tanah HM Sukamta menegaskan, persoalan tapal batas Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar sudah disepakati bersama, yakni dengan almarhum KH. Khalilurrahman Bupati Banjar. Itu sebelum penandatanganan dokumen batas wilayah dengan pak bupati yang ada yakni Saidi Mansyur.

"Masalah tapal batas daerah antara Kabupaten Tala dan Kabupaten Banjar sudah final dan sudah dikirim ke Mendagri untuk ditetapkan dengan Peraturan Mendagri," Kata Sukamta belum lama tadi.

Sukamta menuturkan, Kabupaten Tanah Laut, sudah tidak ada lagi sengketa tapal batas wilayah baik dengan Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kota Banjarbaru.

"Kalau ada yang menyatakan wilayah Kiram masuk ke Tala, maka jadi pertanyaan meta mana yang dibaca," tegasnya.

Menurut orang nomor satu di Tala itu, berdasarkan kesepakatan yang sudah ditandatangani sudah tidak ada masalah tapal batas.

Ia menambahkan, bahkan Dusun Sei Tabuk sendiri yang dulu masuk wilayah Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, wilayah yang menjadi sengketa, sudah di setujui masuk wilayah Kiram, Kabupaten Banjar.

"Sekali lagi kita tegaskan, tidak ada lagi batas wilayah dengan Kabupaten Banjar yang dipersoalkan, semua sudah selesai," pungkasnya.

Komentar