News

Baru Sebulan Bebas, Pria di Balikpapan Nekat Curi Motor Lagi

AL (29) sepertinya tak kapok ditangkap polisi. Pria di Balikpapan yang baru bebas satu bulan yang lalu ini kembali harus mendekam di balik jeruji besi.

Featured-Image
AL kembali diamankan polisi setelah mencuri motor warga. Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – AL (29) sepertinya tak kapok ditangkap polisi. Pria asal Balikpapan yang baru bebas satu bulan yang lalu ini kembali harus mendekam di balik jeruji besi setelah tertangkap mencuri motor di Gang Lima, RT 23 Kelurahan Marga Sari, Balikpapan Barat, belum lama ini.

Kejadian tersebut bermula saat AL berjalan di area Jalan Pandan Sari, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat. Saat itu, ia melihat ada motor jenis Yamaha Mio terparkir di depan rumah dengan kunci yang masih melekat.

“Pada saat itu tersangka lewat dan melihat motor tidak terkunci. Saat ada kesempatan langsung ada niat, jadi langsung mengambil tanpa merusak kunci motor,” kata Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Djoko Purwanto, saat konferensi pers di Mapolresta Balikpapan, Senin (28/11).

Baca Juga: Saat Tahu Skenario Palsu Ferdy Sambo, Anak Buah Merasa Ditipu

Setelah membawa kabur motor curian tersebut, AL melarikan diri untuk menghilangkan jejak. Polisi yang sempat memburu selama berminggu-minggu sempat kewalahan.

Namun, pada pertengahan November ini, petugas mendapat informasi keberadaan pelaku di kawasan Gunung Guntur, Balikpapan Tengah.

“Kami mendapat informasi bahwa tersangka ada di Gunung Guntur. Kami melakukan pengamanan dan setelah di BAP bahwa dialah yang mencuri motor tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Korban TB Rahmat Ditemukan Tewas, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Dari hasil pemeriksaan, motor tersebut hanya digunakan untuk operasional pelaku sehari-hari. Pelaku diketahui baru bebas dari penjara dengan kasus yang sama.

“Tersangka ini memang residivis dan baru satu bulan bebas penjara dengan kasus yang sama,” tandasnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 363 dengan ancaman lima tahun penjara.

Editor
Komentar