Hot Borneo

Banjir di Palangka Raya Makin Parah, Puluhan Warga Dievakuasi ke Tenda Pengungsian

Banjir musiman yang merendam pemukiman warga disekitaran bantaran sungai Kahayan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah sejak Rabu (16/11) kini semakin parah

Featured-Image
Suasana warga terdampak banjir di tenda pengungsian di jalan Arut Palangka Raya. Foto BPBD Palangka Raya untuk apahabar.com.

apahabar.com, PALANGKA RAYA - Banjir musiman yang merendam pemukiman warga di sekitaran bantaran sungai Kahayan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah sejak Rabu (16/11) kini semakin parah, khususnya di Komplek Mendawai dan Jalan Anoi, Kelurahan Palangka.

Selain itu 17 Kelurahan juga dilaporkan mengalami dampak banjir musiman hingga menyebabkan aktifitas warga terganggu, meski sebagian besar warga memilih tetap tinggal di rumahnya masing-masing.

Menyikapi hal tersebut Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya telah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari ke depan.

Pihaknya juga sudah mendirikan Posko Pengungsian untuk warga di sekitar lokasi banjir yang dilengkapi dengan peralatan dapur dan tenaga pelayanan kesehatan.

"Dari data sementara yang tercatat ada 1.559 jiwa yang terdampak dari 658 Kepala Keluarga" ujarnya, Kamis (17/11) pagi.

Bahkan sejak Rabu (16/11) malam, puluhan warga juga telah dievakuasi oleh tim gabungan emergency ke tenda pengungsian di Jalan Arut, khususnya ibu-ibu, lansia, dan anak-anak.

"Sudah ada sekitar 22 orang yang kita evakuasi dari lokasi banjir yang rumahnya sudah terendam, mereka juga kami berikan pelayanan kesehatan karena ada yang sedang sakit" bebernya.

Emi menambahkan, saat ini ketinggian air di Komplek Mendawai, Jalan Anoi mencapai 50 cm lebih atau mencapai pinggang orang dewasa sehingga menyebabkan banyak rumah warga yang terendam.

Editor
Komentar