News

Alasan Sakit Polisi Hentikan Pemeriksaan Putri Candrawathi dan Belum Ditahan

apahabar.com, JAKARTA – Pemeriksaan istri dari Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terpaksa dihentikan karena sudah terlalu malam…

Featured-Image
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA - Pemeriksaan istri dari Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terpaksa dihentikan karena sudah terlalu malam dan juga pertimbangan kesehatan. Untuk sementara, Putri juga belum ditahan karena proses pemeriksaan masih berlanjut.

"Untuk pemeriksaan PC (Putri Candrawathi) pada malam hari ini dihentikan dulu, karena sudah larut malam. Dan mengingat menjaga kondisi kesehatan yang bersangkutan. Dan pemeriksaan ini masih akan dilanjutkan," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (27/8).

Putri tercatat telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sejak pukul 11.00 WIB tadi. Dedi pun menjelaskan Putri dijadwalkan akan kembali diperiksa pada Rabu (31/8) pekan depan.

Materi yang disampaikan kepada awak media ini, sebelumnya telah didiskusikan oleh Dedi kepada Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) dan juga para penyidik yang menangani kasus ini.

"Pemeriksaan masih akan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 31 Agustus. Kemudian hasilnya nanti akan disampaikan oleh Dirtipiddum karena dari sisi materi semuanya harus seizin penyidik, karena penyidik yang paling menguasai," jelas Dedi.

Dedi pun berkomitmen bahwa proses pemeriksaan Putri harus diposes dengan cepat, sesuai dengan perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal tersebut agar berkas perkaranya bisa segera dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Proses ini harus cepat sesuai perintah Kapolri. Proses harus cepat, pemberkasan juga harus cepat dilakukan sehingga ditargetkan beberapa minggu ini berkas perkara harus segera dilimpahkan pada JPU juga," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi menjadi salah satu tersangka kasus pembunuhan ajudan Brigadir J. Dia diduga turut mendampingi Ferdy Sambo dan juga berperan dalam runtutan kejadian tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo itu.

Selain Putri, ada empat orang lain yang telah ditetapkan tersangka. Mereka adalah Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan juga Kuat Maruf.

Kelima tersangka tersebut dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55-56.

Ancaman hukuman yang membayangi kelima tersangka tersebut adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya (20 tahun).

Saat ini, Ferdy Sambo pun telah diputuskan untuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh sidang etik Polri. Namun, Sambo memutuskan akan mengambil langkah banding terhadap keputusan yang dikeluarkan sidang etik Polri tersebut. (Regent)

Komentar