630585e5e0680b3624035552-6306d488884dfd428a07e302
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302
Banner
Kalsel

Alasan Dinkes Tolak Warga di Pekauman Ikuti Swab Massal

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini, tes usap atau swab dihelat secara serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan…

Featured-Image
Hari ini, tes swab secara massal digelar di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini, tes usap atau swab dihelat secara serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dari kuota 10 ribu, Banjarmasin hanya mengusulkan 445 orang saja.

Maka, tak ayal sejumlah warga gagal mengikuti tes Covid-19 gratis ini.

“Yang ingin swab sesuai dengan indikasi saja,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi saat memantau pelaksanaan swab di Puskesmas Pekauman, Jumat (14/8).

Pantauan apahabar.com di Puskesmas Pekauman, puluhan warga mengantre untuk mengikuti uji lendir ini. Satu per satu dari mereka pun mendaftarkan diri. Barisannya juga berjarak, mengacu protokol kesehatan.

Tidak ada paksaan kepada warga yang ingin tes swab. Namun jumlahnya dibatasi. Hanya untuk yang memiliki indikasi dan paling berisiko terpapar, seperti tenaga medis, dan orang bergejala.

Sementara, dari hasil pemeriksaan dokter warga yang ditolak itu tak memiliki sama sekali gejala Covid-19.

“Ya tidak diswab,” jelas Machli.

Namun secara umum, Machli sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat Kota Seribu Sungai yang sangat kooperatif mendukung tes swab kali ini.

“Alhamdulillah kesadaran masyarakat sangat tinggi, karena yang datang pun cukup banyak,” pungkasnya.

Sejatinya swab yang digalakkan Pemprov Kalsel baru dilaksanakan mulai hari ini, hingga empat hari ke depan.

Namun di Banjarmasin, Pemkot setempat memilih lebih awal menyelenggarakan atau sejak 10 Agustus 2020, dan akan berakhir besok Sabtu (15/8).

“Jadi kami sudah jalan pelaksanaan swab duluan,” ujarnya.

Khusus untuk Banjarmasin sendiri hanya diberi jatah 445 orang sesuai usulan.

Mereka, kata Machli, adalah yang memiliki indikasi suspek, probable dan tenaga kesehatan.

“Kita melakukan swab masif ini berdasarkan buku pedoman 5,” jelasnya.

Meski yang diprioritaskan hanya sekitar 445 spesimen saja, Machli juga menerangkan jumlahnya bisa bertambah nantinya.

“Ada beberapa tambahan permintaan dari instansi, jadi minimal kita targetkan sebanyak 600,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah

Komentar
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302
6306d488884dfd428a07e302-6306d488884dfd428a07e302