Hot Borneo

Akibat Banjir, Warga di Banjar Keluhkan Aktivitas Terganggu hingga Penyakit

Banjir masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Kalsel hingga hari ini, Senin (21/11).

Featured-Image
Banjir di salah satu kompleks RT 12 Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar. Foto-apahabar.com/hendrlianor

apahabar.com, MARTAPURA - Banjir masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Kalsel hingga hari ini, Senin (21/11).

Sejak Minggu (19/11), hingga kini setidaknya ada 4 kecamatan yang masih terendam banjir, semuanya berada di dataran rendah dan bantaran Sungai Martapura.

Dari laporan yang dihimpun, 4 kecamatan yaitu Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, dan Sungai Tabuk.

Warga yang terdampak banjir mengeluhkan penyakit yang timbul hingga terganggunya aktivitas.

Rudi Purwanto misalnya dari RT 12 Desa Bincau, Martapura. Kesehariannya sebagai penjual pentol terpaksa libur lantaran banjir.

"Libur dulu, karena akses kendaraan ke rumah tidak bisa. Kalau diangkut juga susah," ujarnya kepada apahabar.com, Senin (21/11).

Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan terganggunya aktivitas anak untuk pergi ke sekolah. "Semua aktivitas jadi susah gara-gara banjir," ucapnya.

Di sisi lain, Rizkia masih warga setempat terpaksa mengungsi bersama anaknya ke rumah orang tua.

Ia menuturkan, berkaca dari banjir besar 2021 lalu, jika tidak siap datangnya banjir maka akan mengalami banyak kerugian.

Ia menceritakan, banjir 2021 silam mengalami kerugian jutaan rupiah, mulai dari dua lemari hancur, kasur, buku-buku, dan barang berharga lainnya yang tidak bisa lagi dipakai.

"Saat ini di rumah saya sekira 5 CM naik, biasanya beberapa hari turun. Selama musim hujan biasanya terjadi beberapa kali banjir, sehingga sangat menyusahkan karena sering bersih-bersih rumah," ucapnya.

Sementara, Siti Maryam, warga Desa Melayu, Martapura Timur mengeluhkan penyakit kutu air atau belancat.

"Jari-jari kaki mulai sakit karena terlalu sering basah," keluhnya. Ia pun meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke rumah keluarga lantaran tidak tahan lagi dengan air.

Editor
Komentar